Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KAI dan Kemenhub Pastikan Keselamatan Angkutan Lebaran 2026 Jadi Prioritas Utama

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI dan Kemenhub Pastikan Keselamatan Angkutan Lebaran 2026 Jadi Prioritas Utama
Foto: Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyematkan pin kepada lintas pemangku kepentingan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 yang dilaksanakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di halaman Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat 13/3/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Kementerian Perhubungan memastikan kelancaran dan keamanan angkutan Lebaran 1447 Hijriah melalui penguatan koordinasi operasional, peningkatan layanan penumpang, serta kesiapan sarana dan prasarana transportasi kereta api.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan bahwa keselamatan dalam angkutan Lebaran merupakan prioritas utama saat menjadi pembina Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 di halaman Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat.

"Saya menekankan bahwa keselamatan (angkutan Lebaran 1447 Hijriah) adalah harga mati," ujar Suntana.

Apel gelar pasukan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Kegiatan itu juga menjadi momentum konsolidasi kesiapan operasional sekaligus koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat.

Apel dihadiri pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jajaran direksi dan manajemen KAI, serta para personel operasional yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran.

Suntana menegaskan seluruh sarana dan prasarana harus dipastikan dalam kondisi andal melalui pemeriksaan detail, termasuk keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang.

"Seluruh personel juga harus siaga memberikan pelayanan yang responsif dan humanis agar perjalanan masyarakat selama angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujarnya.

Kapasitas Angkut Naik 5,4 Persen

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan masa angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

Untuk memastikan pengendalian operasional berjalan optimal, KAI menggelar Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari pada 13 hingga 30 Maret 2026.

Pada periode tersebut, kapasitas angkut KAI Group disiapkan mencapai 61.808.188 pelanggan atau meningkat 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan kereta api.

Untuk layanan kereta api jarak jauh, KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk yang secara operasional dapat melayani hingga 5 juta pelanggan.

Kapasitas tersebut didukung dengan penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari selama masa angkutan Lebaran.

KAI juga mendukung program pemerintah melalui stimulus transportasi berupa diskon tarif hingga 30 persen untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk ekonomi komersial pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.

Nilai stimulus transportasi kereta api dari pemerintah tersebut mencapai Rp116,15 miliar.

Perkuat Sistem Digital dan Layanan

KAI juga berpartisipasi dalam program Mudik Asyik Bersama BUMN serta program Motor Gratis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan menyediakan 56.392 tempat duduk bagi pemudik.

Untuk memastikan kelancaran operasional, KAI melakukan ramp check sarana dan prasarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Pemeriksaan tersebut meliputi kesiapan sarana, kondisi jalan rel, sistem keselamatan operasional, serta pemenuhan standar pelayanan minimum pada stasiun dan kereta api.

KAI juga menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran serta menempatkan 3.028 petugas tambahan di berbagai titik pelayanan, pengamanan, kebersihan, dan penjagaan perlintasan sebidang.

Dari sisi digital, KAI memperkuat Rail Ticketing System melalui migrasi infrastruktur yang dilakukan pada 21 Januari 2026.

Sistem tersebut dirancang mampu menangani lonjakan transaksi penjualan tiket Lebaran dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit.

Pada masa Lebaran tahun ini, KAI menghadirkan inovasi layanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan dengan konfigurasi tempat duduk 3-2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan tarif tetap terjangkau.

Untuk relasi terjauh Pasarsenen-Lempuyangan pada periode angkutan Lebaran, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan dijual mulai Rp175.000.

KAI juga meningkatkan keselamatan perjalanan terutama pada perlintasan sebidang yang jumlahnya lebih dari 3.700 titik di berbagai wilayah operasi.

Sepanjang 2025 hingga Februari 2026, KAI bersama pemangku kepentingan telah menutup dan menyempitkan 361 perlintasan sebagai upaya mengurangi potensi kecelakaan.

Hingga 13 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket Lebaran untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI telah mencapai 2.822.637 tiket.

Bobby Rasyidin menyatakan kesiapan angkutan Lebaran merupakan hasil kerja bersama seluruh insan perkeretaapian serta dukungan berbagai pihak.

"Dukungan seluruh pihak serta kedisiplinan masyarakat, termasuk saat melintas di perlintasan sebidang, menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran," ujarnya.

Penulis :
Shila Glorya