Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Malaysia Kaji Kebijakan Work From Home bagi Pegawai Publik di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Malaysia Kaji Kebijakan Work From Home bagi Pegawai Publik di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan. ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/aa.)

Pantau - Pemerintah Malaysia sedang mengkaji penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai sektor publik sebagai langkah efisiensi dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan kebijakan tersebut saat ini tengah ditinjau kembali atas arahan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Menurut Fahmi, Anwar meminta agar proposal penerapan WFH ditinjau ulang agar selaras dengan kebutuhan operasional dan sistem kerja sektor publik.

Selain itu, Anwar juga meminta seluruh kementerian serta lembaga pemerintah mengumpulkan masukan dari pelaku industri dan mitra sektor terkait mengenai dampak konflik geopolitik global, khususnya yang terjadi di Timur Tengah.

Pemerintah Lakukan Langkah Penghematan

Pemerintah Malaysia juga sedang menerapkan kebijakan penghematan belanja negara untuk mengantisipasi dampak ekonomi global.

Sejumlah langkah penghematan yang dipertimbangkan antara lain tidak mengadakan kegiatan open house Idul Fitri oleh kementerian, lembaga pemerintah, maupun perusahaan milik negara atau government-linked companies (GLC).

Selain itu pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan perjalanan luar negeri bagi anggota kabinet.

Antisipasi Dampak Konflik Global

Anwar Ibrahim menilai perkembangan geopolitik global berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian Malaysia.

Beberapa dampak yang diantisipasi antara lain kenaikan biaya transportasi, tekanan terhadap harga barang, serta potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Meski demikian pemerintah Malaysia tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak jenis RON 95 sebesar 1,99 ringgit per liter di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan konflik global secara ketat dan siap mengambil langkah tambahan guna menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf