
Pantau - Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali mulai melayani arus mudik Lebaran 2026 dengan menggunakan armada kapal motor milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menuju wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pelni Cabang Denpasar Arfah Yusuf mengatakan jumlah penumpang yang berangkat pada hari pertama arus mudik mencapai 894 orang.
"Arus mudik hari pertama ini total penumpang berangkat sebanyak 894 orang," ujarnya.
Para pemudik tersebut mayoritas menuju rute Bima di Nusa Tenggara Barat serta Waingapu di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Penumpang diangkut menggunakan kapal KM Awu yang memiliki kapasitas hingga 1.500 penumpang termasuk tambahan kapasitas selama periode mudik.
Keberangkatan Kedua Gunakan KM Tilongkabila
Keberangkatan penumpang berikutnya dijadwalkan pada Selasa, 17 Maret 2026.
Keberangkatan tersebut akan dilayani oleh kapal KM Tilongkabila dengan tujuan Lembar dan Bima di Nusa Tenggara Barat serta Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.
Arfah Yusuf mencatat bahwa keberangkatan kedua tersebut diperkirakan akan memberangkatkan sekitar 860 penumpang berdasarkan daftar penjualan tiket.
Selama periode arus mudik Lebaran, Pelabuhan Benoa akan melayani enam kali kunjungan kapal untuk mengangkut pemudik.
Angkutan Lebaran di pelabuhan tersebut dilayani oleh tiga armada kapal yakni KM Awu, KM Tilongkabila, dan KM Binaiya.
Sementara kapal KM Leuser dialihkan untuk membantu melayani arus penumpang yang lebih padat di pelabuhan lain selama mudik Lebaran.
Kapasitas Kapal Ditambah Selama Mudik
Setiap kapal memiliki kapasitas sekitar 1.000 penumpang.
Selama masa mudik Lebaran kapasitas tersebut ditambah hingga 50 persen sehingga total kapasitas mencapai sekitar 1.500 penumpang.
Armada kapal yang beroperasi hanya melayani pengangkutan penumpang beserta barang bawaannya.
Kapal tersebut tidak melayani pengangkutan kendaraan bermotor.
Untuk membantu meringankan beban pemudik serta mendorong perekonomian pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tiket kapal.
Diskon tersebut sebesar 30 persen dari harga dasar tiket angkutan laut selama periode mudik Lebaran 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan








