
Pantau - PT Jasamarga Transjawa Tol mengoperasikan 16 gardu tol di Gerbang Tol Cikampek Utama untuk menjaga kelancaran transaksi sekaligus mengurangi potensi antrean kendaraan menuju arah Timur Trans Jawa selama musim mudik Lebaran 2026.
Peningkatan Lalu Lintas Menuju Timur Trans Jawa
Kebijakan tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa menjelang Lebaran.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan peningkatan lalu lintas mulai terlihat pada periode H-10 hingga H-9 Lebaran.
Ia mengatakan pada 11–12 Maret 2026 tercatat sebanyak 62.503 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama.
Jumlah tersebut meningkat 13,68 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya mencapai 54.982 kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, JTT mengoperasikan total 16 gardu tol di GT Cikampek Utama.
Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran transaksi serta meminimalkan antrean kendaraan yang menuju arah Timur Trans Jawa.
Sementara itu arus kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama juga mengalami peningkatan.
Tercatat sebanyak 56.391 kendaraan menuju Jakarta melalui gerbang tol tersebut.
Jumlah tersebut meningkat 8,98 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 51.742 kendaraan.
Proyeksi 3,53 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek
PT Jasa Marga Persero Tbk memproyeksikan sekitar 3,53 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabotabek selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Pergerakan kendaraan tersebut diperkirakan melewati empat gerbang tol utama yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, dan GT Cikupa.
Periode mudik dan arus balik Lebaran diperkirakan berlangsung selama 21 hari.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan proyeksi lalu lintas tersebut disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan dari pusat kendali lalu lintas.
Ia menyampaikan pemantauan dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center yang berfungsi sebagai pusat pengendalian lalu lintas.
Pusat kendali tersebut dilengkapi teknologi pemantauan visual untuk memonitor kondisi lalu lintas secara langsung.
Sistem tersebut juga memanfaatkan teknologi machine learning dan artificial intelligence untuk membaca pola pergerakan lalu lintas dari waktu ke waktu.
Analisis teknologi tersebut menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam melakukan rekayasa lalu lintas secara lebih responsif dan efektif.
Imbauan Keselamatan dan Strategi Operasional
PT Jasamarga Transjawa Tol mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Pengguna jalan diminta merencanakan perjalanan dengan baik sebelum berangkat.
Pengendara juga diminta memastikan kondisi kendaraan dan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima.
Selain itu pengguna jalan diimbau memastikan kecukupan bahan bakar serta saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
Untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama Lebaran 2026, Jasa Marga menyiapkan sejumlah strategi operasional.
Strategi tersebut mencakup pengoperasian jalur fungsional pada beberapa ruas tol.
Perusahaan juga menyiapkan penguatan armada layanan operasional di jalan tol.
Optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas turut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan kondisi jalan.
Selain itu dilakukan peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol.
Jasa Marga juga meningkatkan layanan di rest area untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa








