
Pantau - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memberangkatkan 27 armada bus dalam program mudik gratis bagi 1.180 sivitas akademika menuju berbagai daerah di Pulau Jawa guna mendukung perjalanan Lebaran yang aman dan nyaman.
Program Rutin Fasilitasi Mudik Sivitas Akademika
Program mudik gratis tersebut merupakan agenda rutin kampus untuk membantu mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh fasilitas perjalanan pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen ITS dalam memberikan fasilitas perjalanan yang aman dan nyaman bagi sivitas akademika.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ITS berkomitmen untuk memberikan fasilitas terbaik dari segi keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi sivitasnya," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan jumlah peserta mudik gratis tahun ini mencapai 1.180 orang.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 32 persen dibandingkan dengan jumlah peserta pada tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah peserta didukung oleh kerja sama berbagai pihak.
Pihak yang terlibat dalam kerja sama antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan.
Selain itu terdapat dukungan dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITS.
Program ini juga mendapat dukungan dari Ikatan Alumni ITS.
Dukungan lain berasal dari Bank Syariah Indonesia dan Bank Negara Indonesia.
Layani 19 Rute Perjalanan di Pulau Jawa
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Ainur Rofiq Ama PKB menjelaskan bahwa program mudik gratis menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.
"Program ini menjadi wujud tekad pemerintah dalam menjaga mobilitas perjalanan mudik masyarakat yang aman, nyaman, dan terjangkau," ujarnya.
Program mudik gratis ITS tahun ini melayani 19 rute perjalanan.
Sebanyak 27 armada bus dikerahkan untuk melayani rute tersebut.
Rute perjalanan mencakup wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten.
Untuk wilayah Jawa Timur terdapat sembilan rute perjalanan.
Rute tersebut meliputi Pasuruan–Probolinggo–Lumajang–Jember.
Rute Lamongan–Bojonegoro–Tuban.
Rute Bondowoso–Situbondo–Banyuwangi.
Rute Malang–Batu.
Rute Madiun–Magetan.
Rute Ponorogo–Pacitan.
Rute Kediri–Pare–Trenggalek.
Rute Tulungagung–Blitar.
Rute Mojokerto–Jombang–Nganjuk–Ngawi.
Untuk wilayah Jawa Tengah terdapat lima rute perjalanan.
Rute tersebut meliputi Rembang–Pati–Kudus–Jepara–Demak.
Rute Sragen–Surakarta–Boyolali–Salatiga–Semarang–Kendal.
Rute Yogyakarta–Purworejo–Kebumen–Cilacap.
Rute Surakarta–Klaten–Magelang–Temanggung–Wonosobo–Purbalingga–Purwokerto.
Rute Batang–Pekalongan–Pemalang–Tegal–Brebes.
Ainur menjelaskan jumlah rute ke wilayah Jawa Tengah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Wilayah ini meningkat dua rute dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat tiga rute," katanya.
Selain itu terdapat lima rute menuju wilayah barat Pulau Jawa.
Rute tersebut meliputi jalur Bandung.
Jalur Bekasi.
Jalur Depok–Jakarta.
Jalur Tangerang–Serang–Cilegon.
Jalur Cirebon–Sumedang–Subang–Purwakarta–Karawang–Bogor.
Mahasiswa Mengaku Terbantu Program Mudik Gratis
Salah satu mahasiswa peserta bernama Ahmad Maulana yang berasal dari wilayah Jabodetabek mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
Ia menilai program mudik gratis membantu menghemat biaya transportasi pulang kampung.
Ahmad Maulana mengatakan fasilitas yang diberikan tidak hanya transportasi tetapi juga fasilitas tambahan.
Ia menyampaikan bahwa fasilitas tambahan tersebut membuat perjalanan mudik menjadi lebih ringan dan nyaman bagi peserta program mudik gratis ITS tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick








