Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Mudik Bersama Kemenkes Berangkatkan 1.126 Pegawai ke Berbagai Kota di Jawa dan Sumatra

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Program Mudik Bersama Kemenkes Berangkatkan 1.126 Pegawai ke Berbagai Kota di Jawa dan Sumatra
Foto: Kementerian Kesehatan memberangkatkan 1.126 peserta mudik bersama pegawai dengan menyiapkan 26 armada bus dengan berbagai kota di Jawa dan Sumatra, di Jakarta, Jumat 13/3/2026 (sumber: Kementerian Kesehatan)

Pantau - Kementerian Kesehatan memberangkatkan 1.126 peserta dalam program mudik bersama pegawai dengan menyiapkan 26 armada bus menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra pada 2026.

1.126 Peserta Diberangkatkan ke Berbagai Kota

Program mudik bersama ini diselenggarakan untuk membantu para pegawai kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan sehat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa mudik tidak hanya sekadar perjalanan pulang, tetapi juga memiliki makna emosional bagi banyak orang.

"Mudik itu bukan sekadar pulang kampung, tetapi pulang dari hati. Kita kembali bertemu keluarga dengan kehangatan setelah sekian waktu setahun, dua tahun berpisah dari mereka," ungkapnya.

Ia berharap program mudik bersama tersebut dapat memudahkan para pegawai menjangkau kampung halaman tanpa harus menghadapi risiko perjalanan yang melelahkan.

Pada tahun 2026, bus mudik Kementerian Kesehatan melayani berbagai rute menuju sejumlah kota besar di Indonesia.

Kota tujuan antara lain Padang, Bukittinggi, Palembang, Malang, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Purworejo.

Tujuan perjalanan terjauh dari program mudik bersama ini adalah Medan di Sumatra Utara.

Dante juga mengingatkan para pengemudi bus agar selalu menjaga kondisi fisik selama perjalanan demi keselamatan seluruh penumpang.

Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Dilakukan Sebelum Berangkat

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa penyelenggaraan mudik bersama ini dirancang dengan pendekatan kesehatan yang ketat.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada para pengemudi sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan baik.

Para pengemudi juga menjalani tes kesehatan guna memastikan tidak ada konsumsi narkoba maupun alkohol.

Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan terkait kesehatan jiwa para pengemudi untuk memastikan kesiapan mereka selama perjalanan.

"Ini mudik yang kita lakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan. Ada Cek Kesehatan Gratis, termasuk untuk para pengemudi. Sejak awal, mereka juga menjalani tes kesehatan untuk memastikan tidak ada konsumsi narkoba atau alkohol, serta pemeriksaan terkait kesehatan jiwa," kata Kunta.

Kementerian Kesehatan juga telah mengoordinasikan kesiapan layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik dengan berbagai pihak terkait.

Imbauan Waspada Penyakit Menular Selama Perjalanan

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Andi Saguni mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan.

Ia secara khusus menyoroti risiko penyakit menular seperti campak yang memiliki tingkat penularan tinggi.

Andi mengimbau agar pemudik yang membawa anak kecil memastikan kondisi kesehatan anak tetap baik selama perjalanan.

"Jika anak sakit, sebaiknya tunda perjalanan sampai benar-benar sembuh agar tidak menularkan kepada orang lain. Kami juga menganjurkan penggunaan masker bagi yang bergejala serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, terutama di tempat ramai," tegasnya.

Program mudik bersama ini mendapatkan sambutan antusias dari para pegawai Kementerian Kesehatan.

Staf Pusat Krisis Kesehatan yang menuju Surabaya, Arti Novelia Trisnawati (37), mengaku senang dapat kembali mengikuti program mudik gratis tersebut.

"Selain gratis, busnya nyaman dan mendapat makan minum. Saya juga selalu mendapatkan teman baru di perjalanan. Persiapan fisik yang sehat penting agar perjalanan lancar. Semoga tahun depan program mudik gratis ini terus berlanjut," ujarnya.

Staf dari Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan, Dinna Andriana (41), juga mengikuti program mudik bersama menuju Palembang bersama suami dan adiknya.

"Ini bukan pertama kali saya ikut. Harapannya mudik bersama ini terus terselenggara ke depannya dan jumlah busnya bisa ditambah," katanya.

Penulis :
Arian Mesa