
Pantau - Polda Jawa Barat menerjunkan sekitar 26 ribu personel untuk mengawal arus mudik Lebaran 2026 di berbagai titik krusial di wilayah Jawa Barat.
Informasi tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan di rest area KM 57 Tol Cikampek, Karawang, Sabtu 14 Maret 2026.
Personel yang dikerahkan tersebar di 332 posko pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu yang telah disiapkan di berbagai lokasi termasuk di sejumlah ruas tol.
Ia menyampaikan, "Secara umum dari sisi personel ada 26 ribu personel yang dilibatkan. Kemudian 332 Pospam (posko pengamanan), Posyan (posko pelayanan) dan posko terpadu juga sudah dipersiapkan".
Pos Tematik dan Posyan Masjid Disiapkan untuk Pemudik
Dari ratusan posko tersebut, terdapat posko tematik yang menjadi inovasi Polda Jawa Barat dalam memberikan pelayanan kepada pemudik.
Pos tematik tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Ia menjelaskan, "Pos Tematik ini betul-betul mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Di situ disiapkan takjil, disiapkan makanan dan minuman".
Posko tersebut juga memberikan kesempatan bagi pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Selain itu terdapat Posyan Masjid yang disiapkan di sejumlah titik jalur arteri maupun jalur yang dilalui masyarakat.
Ia menyampaikan, "Kemudian yang lebih tematik lagi juga ada Posyan Masjid. Nah, Posyan Masjid juga disiapkan oleh Pak Kapolda Jabar di seluruh baik ruas arteri maupun di ruas-ruas yang dilalui oleh masyarakat".
Tim Pengurai Kemacetan dan Patroli Senyum
Polda Jawa Barat juga menyiapkan tim pengurai kemacetan yang akan bertugas mengurai kepadatan lalu lintas selama arus mudik berlangsung.
Tim tersebut akan bergerak cepat menuju titik kemacetan yang terpantau melalui kamera pengawas CCTV.
Selain itu terdapat tim patroli senyum yang merupakan gabungan antara Polisi Wanita dan Wanita TNI.
Tim ini bertugas membagikan takjil, air minum, dan makanan ringan kepada para pemudik di rest area.
Ia menjelaskan, "Ada juga tim patroli senyum. Patroli senyum itu ada gabungan antara Polwan dengan Wanita TNI untuk bisa bagi-bagi takjil, air minum, snack kepada masyarakat yang ada di rest area".
Arus Lalu Lintas Keluar Jakarta Terpantau Lancar
Masyarakat juga diimbau agar tidak beristirahat di bahu jalan tol karena berisiko terhadap keselamatan.
Ia menegaskan, "Apabila rest area penuh, tolong ditaati apa yang menjadi imbauan daripada petugas. Ya, tidak istirahat di bahu-bahu jalan karena di bahu-bahu jalan tol ini memiliki tingkat risiko cukup tinggi".
Berdasarkan pemantauan dari udara oleh Wakapolri pada hari kedua Operasi Ketupat 2026, arus lalu lintas yang keluar dari Jakarta terpantau berjalan lancar.
Ia menyampaikan, "Secara umum, saya pantau dari udara, arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar dan meskipun sudah ada peningkatan, tetapi dalam kategori masih sangat lancar".
Selain kondisi lalu lintas, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat juga dilaporkan tetap kondusif selama pelaksanaan arus mudik.
Ia mengatakan, "Secara umum situasi Kamtibmas juga dalam kondisi yang sangat kondusif. Arus lalu lintas meskipun sudah ada peningkatan juga masih dalam kategori semuanya bisa dikendalikan dengan sangat baik".
Setelah melakukan pemantauan dari udara, Wakapolri juga meninjau kesiapan infrastruktur teknologi di Command Center KM 29 Cikarang.
Teknologi di pusat kendali tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time di berbagai ruas jalan tol.
Dari hasil pemantauan diketahui kondisi lalu lintas dari Cikampek hingga Cirebon, hingga perbatasan Jawa Tengah di Tol Kalikangkung, serta menuju exit Jawa Timur di Ngawi terpantau lancar.
Jalur tol menuju Merak juga terpantau lancar.
Di kawasan Merak hingga exit Cilegon telah dilakukan pengalihan kendaraan sumbu tiga dari jalan tol ke jalur arteri untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Ia menyampaikan, "Kita lihat juga tol yang mengarah ke Merak juga dalam kondisi yang sangat lancar. Di Merak sudah di exit Cilegon, sudah dilakukan upaya-upaya pengalihan khususnya kendaraan sumbu tiga, dikeluarkan ke luar jalan tol, yaitu ke jalur arteri".
- Penulis :
- Leon Weldrick








