Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Periksa Fasilitas Reaktor RSG-GAS untuk Revitalisasi, Pastikan Kesiapan Operasional hingga 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BRIN Periksa Fasilitas Reaktor RSG-GAS untuk Revitalisasi, Pastikan Kesiapan Operasional hingga 2026
Foto: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) sepakati kerja sama penelitian pengembangan (litbang) sistem dan teknologi reaktor nuklir (sumber: Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan pemeriksaan fasilitas operasional Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Banten, guna memastikan kesiapan revitalisasi fasilitas fabrikasi bahan bakar nuklir untuk mendukung operasional reaktor ke depan.

Pemeriksaan Menyeluruh Fasilitas Fabrikasi

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh rantai proses produksi bahan bakar nuklir mulai dari konversi bahan hingga fabrikasi elemen bakar berbasis U3Si2 atau Uranium Silisida.

Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN, Maman Kartaman Ajiriyanto, mengatakan, "Kami melakukan cek fisik secara menyeluruh terhadap peralatan proses dan fabrikasi bahan bakar nuklir untuk mengetahui kondisi aktual, tingkat kerusakan, serta kebutuhan perbaikan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses revitalisasi".

Ia mengungkapkan pemeriksaan juga mencakup sistem kendali kualitas dalam proses produksi guna memastikan standar operasional tetap terjaga.

Hasil awal menunjukkan mayoritas peralatan fabrikasi masih dalam kondisi baik dan dinilai layak untuk dioperasikan kembali meski memerlukan perawatan rutin serta perbaikan minor.

Namun, sejumlah fasilitas penunjang terutama peralatan kendali kualitas seperti sinar x, ultrasonic testing (UT), dan mesin las perlu ditingkatkan untuk mendukung keandalan produksi.

Revitalisasi Dipercepat demi Ketahanan Operasional

BRIN juga merekomendasikan pembaruan sistem ventilasi atau VAC serta infrastruktur internal gedung guna memenuhi standar keselamatan dan keandalan operasional yang lebih mutakhir.

Maman menegaskan pentingnya percepatan revitalisasi mengingat ketersediaan bahan bakar untuk RSG-GAS diproyeksikan hanya mencukupi hingga tahun 2026.

Proses revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dimulai dari perbaikan sistem ventilasi, peningkatan aspek keselamatan fasilitas, hingga pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh peralatan fabrikasi.

Peralatan kendali kualitas seperti sinar x dan ultrasonic testing direkomendasikan untuk diganti dengan perangkat baru guna meningkatkan standar operasional.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi multipihak antara PRTBNLR BRIN, Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), PT Industri Nuklir Indonesia (PT Inuki), serta akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penulis :
Arian Mesa