
Pantau - Lonjakan jumlah pemudik selama periode Lebaran 2026 membawa berkah bagi para pedagang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, dengan omzet harian yang meningkat drastis hingga mencapai Rp8 juta per hari.
Omzet Pedagang Melonjak Berkali Lipat
Salah satu pedagang nasi Padang, Jalal, mengaku pendapatannya meningkat tajam sejak H-5 Lebaran.
“Sejak H-5 Lebaran, warung saya sudah ramai terus. Banyak pemudik yang mampir makan sebelum melakukan perjalanan,” ungkapnya.
Ia menyebut omzet hariannya kini menembus lebih dari Rp8 juta, jauh di atas pendapatan normal sekitar Rp1 juta per hari.
Pedagang lain, Rian, juga merasakan lonjakan serupa dengan laba bersih mencapai Rp4 juta per hari saat puncak arus mudik.
“Lebaran tahun ini alhamdulillah, sehari bisa (mendapat keuntungan) Rp4 juta, bersih, (berjualan) dari pagi jam 06:00 WIB sampai jam 22:00 WIB,” ujarnya.
Menurut Rian, puncak keramaian terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran ketika arus pemudik mencapai titik tertinggi.
Pedagang Asongan Ikut Nikmati Dampak
Pedagang asongan di area terminal juga mengalami peningkatan pendapatan hingga 70 persen selama musim mudik.
“Biasanya kalau hari biasa (pendapatan) sekitar Rp500 ribu, di masa mudik ini bisa sampai Rp900 ribu sehari," ungkap Rusdi.
Namun, memasuki H-1 Lebaran, suasana terminal mulai mengalami penurunan jumlah penumpang setelah melewati puncak arus mudik.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain mengatakan penurunan sudah terlihat sejak H-2 Lebaran.
“Memang hari ini sudah terjadi penurunan. Kemungkinan akan terus menurun, dan saat ini didominasi pemudik dengan tujuan jarak dekat, seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Lampung,” ujarnya.
Data mencatat jumlah penumpang pada H-1 Lebaran mencapai 325 orang dengan 28 bus berangkat, turun dari 5.336 penumpang pada puncak arus mudik sebelumnya.
Informasi tambahan menyebutkan tren ini menunjukkan pergeseran dari puncak arus mudik menuju fase penurunan menjelang Hari Raya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








