
Pantau - Ratusan warga Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tetap melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Maninjau meski lingkungan sekitar masih dipenuhi sisa banjir bandang dan longsor.
Salat Id Dipindahkan ke Masjid
Pelaksanaan salat Id yang biasanya digelar di lapangan terpaksa dipindahkan ke masjid akibat kondisi lapangan yang rusak dan dipenuhi batu serta pasir.
"Lapangan sekarang dalam keadaan berbatu dan berpasir. Akhirnya, ketua koordinator daripada Hari Besar Islam Kanagarian Maninjau memutuskan pelaksanaan salat Idul Fitri dipusatkan di masjid," ungkap pengurus masjid Aris Munandar.
Salat berlangsung khidmat dengan jumlah jamaah sekitar 500 orang yang berasal dari berbagai wilayah setempat.
Pengurus masjid juga membuka lantai dua untuk jamaah perempuan serta menyiapkan karpet di halaman guna menampung jamaah.
Dampak Banjir Masih Terlihat
Kondisi di sekitar lokasi masih menunjukkan kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi sebelumnya.
Material batu besar masih menumpuk di aliran sungai dan belum sepenuhnya dibersihkan.
Sejumlah rumah warga di sekitar sungai mengalami kerusakan berat dengan dinding jebol dan atap hilang.
Berdasarkan data, dua rumah dilaporkan hanyut dan 115 unit lainnya mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp44,8 miliar.
Selain itu, penyaluran zakat fitrah difokuskan kepada warga terdampak, termasuk janda korban bencana sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut masih terus berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








