
Pantau - Khatib Masjid Al Huda Hutanabolon, Abdul Samiun Sarumpaet, mengajak masyarakat tidak terlarut dalam kesedihan pascabencana banjir saat pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Pesan Bangkit dan Perkuat Iman
Dalam khotbahnya, Abdul Samiun menegaskan bahwa bencana harus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
"Ujian ini seharusnya menjadi motivasi untuk kita terus meningkatkan kualitas kedekatan kepada Allah SWT. Jangan, bencana ini malah justru semakin menjadikan kita terpuruk melalui perbuatan dan kelakuan yang tidak terpuji di pandangan Allah," ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa cobaan merupakan bagian dari kebesaran Tuhan dan harus dihadapi dengan kesabaran.
"Allah tidak pernah meninggalkan kita sebagai hambanya, tapi kitalah yang sering meninggalkan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW, tidak pernah meninggalkan kita, tapi kitalah yang meninggalkannya," ujarnya.
Menurutnya, Ramadan mengajarkan kesabaran dan rasa syukur yang harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Ramadan banyak ajarkan kita tentang kesabaran yang kuat, mendidik kita menjadi orang hebat dan kuat dalam menghadapi segala ujian. Ujian yang diberikan Allah kepada kita, selama tiga bulan ini alhamdulillah sudah kita jalani dengan rasa penuh syukur dan sabar," katanya.
Semangat Warga di Tengah Pemulihan
Meski kondisi lingkungan masih berlumpur dan dalam tahap perbaikan, ratusan warga tetap antusias datang ke masjid untuk melaksanakan salat Id.
Warga dari berbagai kalangan mengenakan pakaian terbaik dan mengikuti ibadah dengan penuh khidmat.
Usai salat, jamaah saling bersalaman dan bermaafan, bahkan beberapa di antaranya tidak mampu menahan haru.
Masjid Al Huda sendiri masih dalam proses renovasi pada bagian luar, sementara bagian dalam sudah dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.
Kondisi tersebut mencerminkan semangat masyarakat untuk bangkit dan menjaga kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana.
- Penulis :
- Aditya Yohan








