
Pantau - Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik meminta komunitas internasional mendesak Israel untuk membuka kembali akses Masjidil Aqsa bagi umat Islam, menyusul pelarangan pelaksanaan salat Id pada Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kecaman atas Pembatasan Ibadah
Presiden JDF Asia Pasifik Jazuli Juwaini mengecam kebijakan tersebut dan menilai tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
“Masjidil Aqsa bukan sekadar tempat ibadah biasa, tetapi memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia,” ujarnya.
Ia menilai pembatasan akses tersebut tidak hanya mencederai kebebasan beragama, tetapi juga berpotensi memperkeruh situasi dan memicu ketegangan global.
Desakan ke Komunitas Internasional
JDF Asia Pasifik mendesak Dewan Keamanan PBB dan negara-negara di dunia untuk mengambil langkah tegas agar Israel menghormati status quo situs suci tersebut.
Organisasi itu juga meminta agar akses umat Islam ke Masjidil Aqsa dibuka sepenuhnya tanpa pembatasan.
Seruan Aksi Kolektif Negara Muslim
Selain itu, JDF mengajak negara-negara mayoritas Muslim, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Liga Arab untuk tidak tinggal diam dan meningkatkan tekanan diplomatik.
“Perlindungan terhadap tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah adalah tanggung jawab bersama masyarakat dunia,” kata Jazuli.
JDF menegaskan perlunya upaya kolektif global untuk menjaga keadilan, kebebasan beragama, dan stabilitas perdamaian internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







