
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong warga memilah sampah dari rumah sebagai langkah utama usai krisis pengelolaan sampah dan longsor di TPST Bantargebang yang menelan korban jiwa.
Bantargebang Kelebihan Beban dan Mulai Dibatasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kebiasaan memilah sampah harus diterapkan masyarakat.
"Suka tidak suka, harus mulai terbiasa memilah sampah," ungkapnya.
TPST Bantargebang yang telah menampung sekitar 80 juta ton sampah selama 37 tahun dinilai sudah melampaui kapasitas.
Zona 4 yang terdampak longsor pada awal Maret ditutup setelah insiden yang menewaskan tujuh orang, sementara zona lain masih beroperasi dengan pembatasan.
Strategi Baru Pengelolaan Sampah Jakarta
Pemprov DKI memperkuat kebijakan pemilahan sampah menjadi empat kategori, yakni organik, daur ulang, B3, dan residu.
Langkah ini didukung pembentukan 2.755 unit pengelolaan sampah tingkat RW dengan 85,34 persen di antaranya aktif.
Selain itu, sebanyak 236.494 rumah tangga telah melakukan pemilahan sampah atau sekitar 11,47 persen dari total target.
Pemprov juga mengoperasikan fasilitas pengolahan seperti RDF Rorotan, RDF Bantargebang, dan PLTSa untuk mengurangi beban sampah harian.
Kapasitas pengolahan sampah diperkirakan mencapai 6.700 hingga 7.150 ton per hari.
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di Ibu Kota.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







