
Pantau - Gunung Marapi di Sumatera Barat dilaporkan mengalami dua kali erupsi dalam waktu berdekatan pada Kamis pagi dengan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.
Dua Letusan Terekam Seismograf
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Teguh Firmansyah mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 08.28 WIB.
Letusan tersebut awalnya tercatat dengan amplitudo maksimum 21,6 milimeter dan kemudian diperbarui menjadi 22 milimeter dengan durasi 27 detik.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 09.56 WIB dengan amplitudo maksimum 10 milimeter dan durasi 22 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pukul 09.56 WIB," ungkap Teguh.
PGA menyebut tinggi kolom abu pada kedua letusan tidak teramati karena tertutup awan.
Aktivitas Vulkanik Masih Fluktuatif
Berdasarkan catatan periode 1 hingga 26 Maret 2026, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tercatat telah mengalami sembilan kali erupsi.
Dari seluruh letusan tersebut, hanya satu kejadian pada 9 Maret yang tinggi kolom abunya terpantau mencapai 1.600 meter.
Sebagian besar letusan lainnya tidak dapat diamati secara visual karena kondisi cuaca yang tertutup awan.
Status Waspada dan Imbauan
Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah Verbeek.
PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lahar dingin terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari gunung tersebut saat terjadi hujan.
Masyarakat diimbau menggunakan masker jika terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan.
Selain itu, warga diminta tetap menjaga situasi kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







