Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PT Pelni Jakarta Pastikan Nol Calo Tiket Saat Lebaran 1447 H dan Siapkan 21 Ribu Kursi Penumpang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PT Pelni Jakarta Pastikan Nol Calo Tiket Saat Lebaran 1447 H dan Siapkan 21 Ribu Kursi Penumpang
Foto: Pemilir turun dari KM Ciremai setibanya di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 24/3/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pantau - PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero Cabang Jakarta mencatat nol kasus calo tiket selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Cabang Pelni Jakarta Antonius Lumban Gaol menegaskan, "Kalau di Jakarta, saya pastikan nggak ada. Sampai saat ini nggak ada kasus tentang calo tiket,".

Kemudahan Sistem Pembelian Tiket

Capaian tersebut didukung oleh kemudahan sistem pembelian tiket yang disediakan bagi masyarakat secara luas.

Tiket Pelni dapat dibeli secara online melalui situs resmi Pelni, aplikasi Pelni Mobile, contact center Pelni, serta toko ritel modern yang menjadi mitra resmi.

Pelni Jakarta juga menyediakan sekitar 21 ribu kursi untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama periode Lebaran.

Antonius Lumban Gaol menyampaikan, "Kami juga menyiapkan 21 ribu seat, saya kira sangat cukup. Fasilitas pembelian tiket juga kan sangat gampang,".

Imbauan dan Evaluasi Arus Mudik

Masyarakat diimbau untuk tidak membeli tiket dari calo pada periode liburan berikutnya guna menghindari kerugian.

Sebagai evaluasi arus mudik, penumpang juga diminta mempersiapkan obat-obatan ringan karena potensi lonjakan penumpang.

Antonius Lumban Gaol mengatakan, "Karena kan pasti penumpang membludak, ya. Jadi, harus menjaga kesehatan,".

Sebelumnya, Kepala PT Pelni Cabang Kupang Kelas II Teguh Setiadi melaporkan adanya keluhan penumpang yang tidak mendapatkan tiket karena membeli melalui calo.

Ditemukan kasus penumpang membayar hingga Rp4 juta untuk empat orang, padahal harga normal sekitar Rp1 jutaan.

Praktik calo tersebut meresahkan masyarakat, terutama pemudik pengguna kapal Pelni.

Ratusan pemudik dilaporkan telah menjadi korban penipuan oleh calo.

Pemudik juga diimbau untuk tidak tergiur penawaran tiket melalui media sosial karena berisiko penipuan dan kehilangan uang.

Penulis :
Shila Glorya