
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjaga ketahanan fiskal nasional di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah, Jumat (27/03).
APBN Kuat, Namun Risiko Tetap Ada
Eddy menyatakan bahwa kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu menjaga Indonesia dari kondisi darurat energi saat ini.
Ia mengungkapkan, "Saya menghargai kinerja Menkeu yang menjaga resiliensi fiskal kita sehingga gejolak energi yang terjadi akibat perang di Timur Tengah belum mendorong Indonesia ke kondisi darurat energi."
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut bukan jaminan Indonesia terbebas dari krisis energi.
Ia menegaskan, "Namun demikian, kita perlu selalu waspada bahwa kuatnya APBN Indonesia saat ini bukan jaminan bahwa pasokan energi yang selama ini dipenuhi melalui jalur impor akan selalu terpenuhi."
Menurutnya, konflik global saat ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi, meskipun Indonesia memiliki kemampuan fiskal yang kuat.
Dorong Ketahanan dan Transisi Energi
Eddy menilai situasi geopolitik saat ini menjadi alarm bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menyampaikan, "Perang di Timur Tengah saat ini merupakan alarm bahwa ketahanan energi Indonesia rentan."
Ia juga menekankan pentingnya memastikan keandalan pasokan energi atau reliability of supply, bukan sekadar ketersediaan.
Pemerintah didorong untuk mempercepat transisi energi, memperkuat elektrifikasi, serta mengembangkan sumber bioenergi nasional.
Ia menutup dengan menyatakan, "Selagi APBN kita kuat, ini adalah saatnya kita membangun ketahanan energi yang kuat pula."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








