Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Puluhan Keluarga Korban Banjir Bandang Pidie Jaya Tempati Huntara, Fasilitas Dasar Masih Kurang

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Puluhan Keluarga Korban Banjir Bandang Pidie Jaya Tempati Huntara, Fasilitas Dasar Masih Kurang
Foto: Arsip foto - Pengungsi mengungsi di meunasah Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat 5/12/2025 (sumber: ANTARA/M Haris SA)

Pantau - Sebanyak 43 keluarga korban bencana hidrometeorologi di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah menempati hunian sementara (huntara), sementara puluhan lainnya memilih opsi dana tunggu hunian.

Keuchik Gampong Geunteng Usman menyampaikan dari Banda Aceh pada Jumat bahwa seluruh warga yang sebelumnya mengungsi di tenda kini sudah tidak ada lagi karena telah berpindah ke huntara atau memilih alternatif lain.

"Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi di tenda kini sudah tidak ada lagi karena telah berpindah ke huntara atau memilih opsi lain," ungkapnya.

Total korban terdampak bencana tersebut mencapai 208 keluarga, dengan 91 keluarga mengalami kerusakan rumah berat dan sempat mengungsi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 keluarga memilih tinggal di huntara yang tersebar di tiga lokasi, yakni satu di kompleks terminal dan dua lainnya di kawasan Gampong Geunteng.

Sementara itu, 48 keluarga lainnya memilih menerima dana tunggu hunian sebesar Rp1,6 juta per tiga bulan.

Fasilitas Huntara Masih Belum Lengkap

Meski sudah ditempati, sejumlah unit huntara dilaporkan masih memiliki keterbatasan fasilitas, seperti belum tersedianya kipas angin di beberapa unit.

Selain itu, instalasi air bersih juga belum tersambung ke seluruh hunian, sehingga menjadi perhatian utama pemerintah gampong.

"Pemerintah gampong berharap permasalahan instalasi air segera diselesaikan karena air merupakan kebutuhan utama," ujarnya.

Selain kebutuhan air dan kipas angin, beberapa keluarga juga membutuhkan tambahan kasur, terutama bagi yang memiliki anak namun belum memiliki fasilitas tidur yang memadai.

Pemerintah gampong berharap kebutuhan yang masih kurang tersebut dapat segera dipenuhi agar warga dapat tinggal dengan lebih layak.

Kronologi Bencana Banjir Bandang

Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya terjadi pada akhir November 2025 akibat hujan lebat yang berlangsung selama beberapa hari.

Curah hujan tinggi menyebabkan meluapnya Krueng Meureudu hingga memicu banjir bandang yang membawa material kayu dan lumpur ke permukiman warga.

Lumpur setinggi hingga dua meter dilaporkan menimbun rumah warga serta sejumlah fasilitas publik di wilayah terdampak.

Penulis :
Arian Mesa