
Pantau - Kementerian Pertahanan membenarkan satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas akibat serangan artileri di wilayah tersebut pada Minggu (29/3).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan insiden itu juga menyebabkan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka.
"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Serangan Terjadi di Tengah Eskalasi Konflik
Rico menjelaskan insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan artileri dilaporkan menyasar lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," ujarnya.
TNI Akan Sampaikan Perkembangan Lanjutan
Kementerian Pertahanan menyatakan proses klarifikasi atas insiden tersebut masih berlangsung bersama pihak UNIFIL.
Rico memastikan Mabes TNI akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait situasi operasional dan kondisi personel yang terdampak.
"Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," ucapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







