Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi Pertanian untuk Hadapi Dampak Iklim Ekstrem

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi Pertanian untuk Hadapi Dampak Iklim Ekstrem
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yudhistira Nugraha dalam kegiatan Diseminasi Inovasi Pangan Tahan Iklim Ekstrem di Jakarta, Senin (30/3/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad/Youtube BRIN.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong langkah adaptasi dan mitigasi di sektor pertanian guna menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem yang menurunkan produksi pangan.

Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Yudhistira Nugraha mengatakan, "Dampak perubahan iklim terkait dengan produksi tanaman itu bisa secara langsung kepada tanamannya, artinya tanaman akan merasakan panas, sehingga akan ada heat stress untuk tanaman," ungkapnya dalam kegiatan diseminasi di Jakarta, Senin.

Yudhistira menjelaskan peningkatan suhu menyebabkan gangguan fotosintesis yang berdampak pada penurunan produksi dan kualitas hasil panen.

Menurutnya, kondisi stres akibat iklim ekstrem menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian.

Untuk itu, diperlukan langkah adaptasi berupa peningkatan produktivitas, ketahanan tanaman, serta pengelolaan air dan stok pangan.

Selain adaptasi, BRIN juga menekankan pentingnya mitigasi untuk menekan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

"Untuk intervensi yang bisa dilakukan, misalkan bagaimana juga mengurangi atau mengelola lahan gambut kita, karena lahan gambut kita juga merupakan bagian dari kontribusi terhadap gas rumah kaca," ujarnya.

Upaya lain meliputi penerapan teknologi budidaya padi rendah emisi serta pengembangan sistem agroforestry di lahan kering.

BRIN berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan pendekatan berbasis sains untuk menghitung dan memvalidasi penurunan emisi secara ilmiah.

"BRIN bisa sebagai fasilitator, menyediakan science-based proven terkait dengan validasi klaim dampak gas rumah kaca," kata Yudhistira.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf