
Pantau - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Prof Lukman Thahir menyambut kedatangan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Kota Palu, Rabu.
Kedatangan kedua menteri tersebut dalam rangka menghadiri acara Haul ke-58 Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua di Kompleks Pendidikan Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Palu.
"Selamat datang Menteri Nasaruddin Umar dan Bapak Menteri Nuron Wahid di Bumi Tadulako, Kota Palu." ungkap Lukman Thahir saat menyambut kedatangan pejabat negara di bandara.
Usai menghadiri kegiatan haul, Menteri Agama dijadwalkan menghadiri silaturahim bersama aparatur sipil negara (ASN) UIN Datokarama pada Rabu malam.
Penandatanganan MoU dan Kuliah Umum
Sementara itu Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dijadwalkan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke kampus UIN Datokarama.
Kegiatan tersebut mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara UIN Datokarama dengan Kementerian ATR/BPN.
Penandatanganan kerja sama tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum yang menghadirkan Nusron Wahid sebagai narasumber.
UIN Datokarama Dinilai Strategis dalam Pembangunan
Lukman Thahir menilai kehadiran dua menteri dalam satu kunjungan menjadi momentum penting bagi pengembangan kampus UIN Datokarama.
"Ini adalah momentum berharga. Kehadiran dua menteri sekaligus menunjukkan bahwa UIN Datokarama memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan nasional, baik dari sisi pembangunan sumber data manusia (SDM) unggul maupun legalitas aset negara." ujarnya.
Ia menegaskan dukungan dari Kementerian Agama dan Kementerian ATR akan mempercepat upaya UIN Datokarama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
"Sesuai slogan Kampus 1.000 Mimpi, kami bertekat meningkatkan kualitas pendidikan dan memajukan kampus dengan berbagai program guna mencapai tujuan sebagai pusat studi Islam moderat bertaraf internasional di kawasan Timur Indonesia." tutur Lukman.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








