Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Ungkap Gempa M7,6 di Ternate Dipicu Deformasi Kerak Bumi dan Sesar Naik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Ungkap Gempa M7,6 di Ternate Dipicu Deformasi Kerak Bumi dan Sesar Naik
Foto: (Sumber : Bangunan Gereja Kalvari yang rusak akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Abdul Fatah/aa..)

Pantau - BMKG menyatakan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026) disebabkan oleh aktivitas deformasi kerak bumi.

Penyebab dan Dampak Gempa

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi," kata Rahmat.

Gempa dirasakan kuat di Ternate dengan intensitas V-VI MMI yang membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah serta menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Getaran juga dirasakan di Manado, Gorontalo, hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan intensitas bervariasi.

Potensi Tsunami dan Gempa Susulan

BMKG menyebut gempa berpotensi tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dan Minahasa bagian selatan.

Sementara status waspada diberlakukan di Kepulauan Sangihe dan sebagian wilayah Minahasa Utara serta Bolaang Mongondow.

Pemantauan tide gauge mencatat adanya gelombang tsunami dengan ketinggian antara 0,20 hingga 0,75 meter di beberapa lokasi.

BMKG juga mencatat hingga pukul 06.50 WIB terjadi 11 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.

Rahmat mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi resmi dari BMKG untuk menghindari hoaks.

Gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan episenter di laut pada koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 33 kilometer.

Penulis :
Aditya Yohan