
Pantau - BMKG mengimbau masyarakat di Maluku Utara untuk tidak beraktivitas di wilayah pesisir pantai setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpotensi tsunami pada Kamis (2/4/2026).
Imbauan Waspada dan Potensi Tsunami
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa meminta warga tetap menjauhi pantai hingga ada pengumuman resmi bahwa kondisi telah aman.
"Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai hingga ada pengumuman resmi bahwa ancaman tsunami telah berakhir," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemodelan, gempa berpotensi menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian antara 0,3 hingga 5 meter.
Sejumlah wilayah seperti Ternate, Tidore, dan Halmahera masuk dalam status siaga dengan laporan awal kenaikan muka air laut sekitar 30 sentimeter di Halmahera Barat.
Gempa Susulan dan Aktivitas Tektonik
BMKG mencatat sedikitnya 15 gempa susulan terjadi setelah gempa utama yang menunjukkan aktivitas tektonik masih berlangsung.
Gempa dipicu oleh aktivitas lempeng di Laut Maluku dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
"Di wilayah Laut Maluku itu memang banyak patahan aktif sehingga menjadi salah satu sumber gempa terbanyak, khususnya di bagian barat Halmahera," kata Gede.
BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah, serta hanya mengakses informasi resmi untuk menghindari hoaks.
Hingga laporan terakhir, kondisi di sejumlah wilayah Maluku Utara dilaporkan relatif terkendali meski warga masih diminta siaga terhadap potensi gempa susulan dan gelombang lanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









