Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Tekankan Peran Komunitas dalam Transformasi Pemulihan Pascabencana Berkelanjutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Tekankan Peran Komunitas dalam Transformasi Pemulihan Pascabencana Berkelanjutan
Foto: (Sumber : Petani membersihkan tanaman stroberi di kebunnya di Nagari Balingka, Agam, Sumatera Barat, Senin (16/3/2026). Petani setempat mengaku produksi stroberi kembali meningkat pascabencana di daerah itu, dari 50 kilogram per hari menjadi Rp150 kilogram per hari, menyusul cuaca yang membaik dan akses jalan yang sudah tersambung. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/rwa..)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pelibatan komunitas sebagai kekuatan utama dalam mempercepat dan mentransformasi pemulihan pascabencana secara berkelanjutan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Aset Komunitas Jadi Kunci Pemulihan

Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN Ali Yansyah Abdurrahim menegaskan efektivitas pemulihan sangat bergantung pada kemampuan memanfaatkan kapasitas yang telah dimiliki masyarakat.

"Efektivitas pemulihan sangat ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan kapasitas yang telah dimiliki masyarakat," ungkapnya.

Ia menjelaskan sistem sosial dan ekonomi lokal perlu diperkuat agar menjadi fondasi menghadapi berbagai situasi krisis.

"Pemulihan perlu memastikan bahwa kapasitas yang sudah hidup di masyarakat dapat dioptimalkan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi situasi krisis," ujarnya.

Pendekatan ABCD dan Peran Jaringan Sosial

Peneliti BRIN Armansyah mengungkapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk mengidentifikasi dan mengaktifkan sumber daya lokal secara terpadu.

"Pendekatan ini menekankan bahwa setiap komunitas memiliki modal yang bisa diaktivasi, bukan hanya menunggu bantuan eksternal," tuturnya.

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, transect walk, diskusi kelompok terarah, serta wawancara dengan masyarakat terdampak.

Ia menjelaskan pada fase awal bencana, respons masyarakat banyak digerakkan oleh kekuatan jejaring sosial seperti keluarga, relawan lokal, dan solidaritas komunitas di wilayah Sumatera Barat dan Aceh.

Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat distribusi bantuan, sementara pengetahuan lokal berperan dalam pengelolaan pangan dan strategi adaptasi risiko bencana.

Selain itu, basis penghidupan seperti lahan pertanian, kebun, dan akses air menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

"Aset komunitas yang ada tidak hanya menjadi penopang saat krisis, tetapi juga dapat menjadi penggerak utama dalam proses pemulihan jangka panjang," kata Armansyah.

Penguatan Pemulihan Jangka Panjang

BRIN menilai optimalisasi aset komunitas tidak hanya penting pada fase tanggap darurat, tetapi juga krusial dalam membangun ketahanan jangka panjang.

Pendekatan berbasis komunitas diharapkan mampu menciptakan pemulihan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di berbagai wilayah terdampak bencana.

Penulis :
Aditya Yohan