
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan kolaborasi dengan Kepolisian Makau (MJP) China menjadi langkah krusial dalam memperkuat upaya kontraterorisme dan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri.
Bangun Kepercayaan dan Koordinasi Berkelanjutan
Direktur Kerja Sama Bilateral BNPT Brigadir Jenderal Polisi Dhani Hernando menyatakan kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan untuk membangun kepercayaan dan koordinasi jangka panjang.
Ia mengatakan, "Pertemuan pertama ini merupakan dasar strategis untuk membina saling percaya, memperdalam pemahaman kelembagaan, dan mengembangkan kerangka kerja yang berkelanjutan."
Pertemuan yang berlangsung di Sentul, Jawa Barat, juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap sekitar 8 ribu warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Makau.
BNPT menilai kolaborasi ini penting untuk memitigasi potensi risiko ekstremisme serta menjaga keamanan publik.
Fokus Pencegahan Radikalisme dan Penguatan Kapasitas
Ketua Delegasi Makau sekaligus Deputy Director MJP Lai Man Vai menyampaikan bahwa kedua pihak memiliki tujuan yang sama dalam melindungi warga negara.
Ia mengungkapkan, "Kita memiliki perbedaan dalam budaya dan struktur populasi kita, tapi kita memiliki tujuan dan sasaran yang sama, yaitu melindungi warga negara kita."
Kerja sama ini juga mencakup pertukaran praktik terbaik, pencegahan radikalisasi dan ekstremisme kekerasan, serta program pelatihan dan pembangunan kapasitas.
Kunjungan delegasi turut diakhiri dengan peninjauan program deradikalisasi di Lapas Kelas II B Sentul sebagai bagian dari pendekatan rehabilitasi dan reintegrasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








