
Pantau - TNI Angkatan Darat menyiapkan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, sebagai bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat pertahanan negara sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan wilayah darat.
Program ini menjadi bagian dari target pemerintah pusat dalam membangun 500 batalyon dalam lima tahun dengan rata-rata 100 batalyon setiap tahun di berbagai wilayah Indonesia.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menyampaikan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi pada akhir Maret.
Ia mengungkapkan, "Pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program strategis nasional dalam rangka pertahanan negara sekaligus optimalisasi wilayah darat."
Peninjauan Lokasi dan Persiapan Pembangunan
Pembangunan Yonif TP untuk wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong akan dipusatkan di Kabupaten Kepahiang.
Lahan yang digunakan memiliki luas sekitar 50 hektare yang merupakan bekas Hak Guna Usaha milik PT Trisula Ulung Mega Surya.
Di atas lahan tersebut akan dibangun perkantoran, asrama, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Ia juga menyampaikan, "Kami juga sudah melakukan pemasangan patok di lokasi sebagai bagian dari persiapan pembangunan."
Fokus Militer dan Dampak Ekonomi
Yonif TP memiliki karakteristik khusus karena tidak hanya berfokus pada kekuatan militer tetapi juga pada pemanfaatan lahan tidur.
Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Yonif TP di Kepahiang direncanakan akan diperkuat sekitar 600 personel yang saat ini masih menjalani pendidikan.
Diperkirakan dalam tiga bulan ke depan personel tersebut mulai ditempatkan di wilayah Kepahiang.
- Penulis :
- Shila Glorya









