Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Ajak Muslimat NU NTB Cegah Pernikahan Dini dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Khofifah Ajak Muslimat NU NTB Cegah Pernikahan Dini dan Perkuat Ketahanan Keluarga
Foto: (Sumber: Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa pada pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama se-NTB di Mataram, Minggu (5/4/2026). ANTARA/Pemprov NTB.)

Pantau - Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak Muslimat NU di Nusa Tenggara Barat berperan aktif dalam mencegah pernikahan usia dini sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.

Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Khofifah menegaskan bahwa pencegahan pernikahan dini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, dengan peran penting kaum ibu di dalamnya.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah persoalan sosial, khususnya pernikahan usia dini. Peran ibu-ibu sangat besar, tetapi ini juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," kata Khofifah.

Ia menyebut ketahanan keluarga sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas karena keluarga menjadi benteng pertama dalam menjaga kekuatan bangsa.

"Keluarga adalah benteng pertama. Jika benteng ini rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Muslimat NU harus hadir untuk memastikan tradisi luhur tetap terjaga namun tetap mandiri secara ekonomi agar keluarga semakin berdaya," ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya adaptasi digital bagi kader Muslimat NU tanpa meninggalkan identitas sebagai santri.

Kemandirian yang didorong mencakup aspek berpikir, perempuan dan perlindungan anak, bertindak, serta ekonomi.

Penguatan Dakwah dan Peran Sosial

Ia menekankan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

"Dakwah bilisan sudah banyak dilakukan, tetapi dakwah bilhal harus kita kuatkan. Program vaksinasi, misalnya, adalah bentuk nyata dakwah bilhal," ujarnya.

Khofifah menyebut capaian vaksinasi di NTB telah mencapai 97 persen melalui kerja sama dengan Global Alliance for Vaccination Indonesia.

Selain itu, Muslimat NU juga menjalankan program lingkungan berupa gerakan penanaman pohon berbasis pesantren yang disebut sebagai sedekah oksigen.

Ia turut mengajak anggota Muslimat menjaga nilai tradisi sekaligus mendorong peradaban damai di tengah masyarakat.

"Jika konflik dibalas dengan konflik, tidak akan ada yang menang. Karena itu, perempuan, termasuk Muslimat, harus ikut menyuarakan perdamaian hingga ke tingkat internasional," katanya.

Ketua PWNU NTB Masnun menyebut Khofifah sebagai teladan bagi perempuan dalam membangun peradaban.

"Beliau adalah uswatun hasanah bagi kita semua. Kiprahnya membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dan kesempatan yang sama dalam membangun peradaban," ujarnya.

Ia menegaskan perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan.

"Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dunia," katanya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga menyoroti pentingnya menjaga nilai keluarga di tengah perubahan sosial.

Ia menyebut persoalan seperti pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba berakar dari melemahnya nilai keluarga.

Gubernur mengajak Muslimat NU menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga.

Penulis :
Gerry Eka