
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat mencatat sebanyak 108 kejadian bencana terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026 dengan dampak luas terhadap masyarakat dan infrastruktur.
Kepala BPBD NTB Sadimin menyampaikan bencana didominasi banjir sebanyak 60 kejadian, disusul cuaca ekstrem 35 kejadian, tanah longsor 10 kejadian, serta gelombang pasang atau abrasi 3 kejadian.
Dampak bencana menyebabkan lima orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka-luka, tanpa adanya korban hilang.
Sebanyak 77.872 jiwa tercatat terdampak akibat rangkaian bencana tersebut.
Kerusakan Rumah dan Infrastruktur
BPBD mencatat kerusakan rumah mencapai 487 unit dengan rincian 25 rusak berat, 53 rusak sedang, dan 420 rusak ringan.
Selain itu, sebanyak 21.558 rumah dilaporkan terendam banjir.
Kerusakan juga meliputi enam perkantoran, satu pasar, 36 fasilitas pendidikan, lima fasilitas kesehatan, serta tiga fasilitas peribadatan.
Infrastruktur lainnya yang terdampak antara lain 12 jembatan, jalan sepanjang 5,746 kilometer, tanggul sepanjang 18 meter, 14 titik jaringan listrik, serta jaringan air bersih sepanjang 700 meter.
Dampak turut dirasakan pada sektor ekonomi seperti kerusakan 1.409 meter sawah, 60 hektare tambak, serta 18 unit pertokoan atau warung.
Wilayah Terdampak dan Penanganan
Kabupaten Bima menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak yakni 36 kejadian, disusul Lombok Barat 18 kejadian dan Lombok Tengah 15 kejadian.
Wilayah lain yang terdampak meliputi Sumbawa, Dompu, Lombok Utara, Lombok Timur, Kota Mataram, Sumbawa Barat, dan Kota Bima.
Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran tanggap bencana sebesar Rp16,4 miliar melalui Belanja Tidak Terduga.
Penggunaan anggaran akan disesuaikan dengan analisa kebutuhan penanganan di lapangan.
Pemerintah menegaskan prioritas pemulihan difokuskan pada aspek penting guna mengaktifkan kembali perekonomian masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka








