Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Imbau Warga Bandung Raya Waspada Cuaca Ekstrem saat Peralihan Musim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Imbau Warga Bandung Raya Waspada Cuaca Ekstrem saat Peralihan Musim
Foto: (Sumber : Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Bandung Raya untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan periode peralihan musim ditandai dengan melemahnya angin baratan dan mulai masuknya angin timuran yang menyebabkan ketidakstabilan atmosfer.

“Fenomena ini biasanya diawali dengan cuaca panas dan gerah, kemudian terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang,” ujar Teguh di Bandung.

Teguh menjelaskan kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara masif.

Pertumbuhan awan tersebut berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat pada Jumat 3 April 2026 terjadi hujan es di sebagian wilayah Bandung akibat pembentukan awan Cumulonimbus sejak pukul 12.00 WIB.

Kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 42,6 kilometer per jam yang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik wilayah Bandung Raya.

BMKG menjelaskan hujan es terbentuk dari uap air yang terbawa arus udara naik atau updraft ke puncak awan dengan suhu sangat dingin hingga membeku.

Butiran es tersebut kemudian jatuh ke permukaan ketika arus udara melemah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga hujan es.

“Selain itu kami juga meminta warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang berisiko saat cuaca ekstrem terjadi,” kata Teguh Rahayu.

Penulis :
Aditya Yohan