Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPRD Jawa Barat Desak Seleksi Pengelola Baru Bandung Zoo Dilakukan Transparan dan Profesional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPRD Jawa Barat Desak Seleksi Pengelola Baru Bandung Zoo Dilakukan Transparan dan Profesional
Foto: (Sumber : Situasi saat Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) beroperasi di Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan.)

Pantau - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta proses seleksi pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo dilakukan secara transparan dan profesional guna memastikan pengelolaan satwa berjalan lebih baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Tedy di Bandung pada Senin (06/04/2026) terkait proses penunjukan pengelola baru kebun binatang tersebut.

Ia menegaskan tim seleksi harus diisi oleh pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaan satwa.

“Harapannya tim seleksi kredibel, diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan terkait pengelolaan satwa,” ujarnya.

Nasib Karyawan Lama Diminta Tetap Diperhatikan

Tedy juga meminta agar nasib karyawan lama yang telah lama mengabdi di Bandung Zoo tetap diperhatikan dalam proses pengelolaan baru.

Menurutnya para pekerja tersebut memiliki pengalaman penting yang dibutuhkan dalam operasional kebun binatang.

“Jangan sampai mereka yang sudah mengabdi justru tidak bisa kembali bekerja,” katanya.

Ia menilai pengelolaan kebun binatang membutuhkan kompetensi khusus sehingga tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Sehingga nanti yang ditunjuk sebagai pengelola Bandung Zoo benar-benar profesional,” lanjutnya.

Kematian Dua Harimau Jadi Perhatian

Selain proses seleksi pengelola, Tedy juga menyampaikan keprihatinan atas kematian dua harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo.

Ia menilai peristiwa tersebut menjadi kehilangan besar bagi keberlanjutan kebun binatang.

Menurutnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung harus memberikan jaminan kepada publik terkait keselamatan dan kesejahteraan satwa di masa mendatang.

“Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, perlu dilakukan upaya-upaya ke depan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf