HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Jakarta Dorong Transformasi Perpustakaan Jadi Ruang Kreativitas dan Literasi Modern

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov DKI Jakarta Dorong Transformasi Perpustakaan Jadi Ruang Kreativitas dan Literasi Modern
Foto: (Sumber : Pengunjung membaca buku di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Sejumlah warga menunggu waktu berbuka atau ngabuburit dengan membaca membaca beragam sumber bacaan mulai dari buku-buku pengetahuan umum hingga referensi kitab dan buku keagamaan di perpustakaan Masjid Istiqlal. ANTARA FOTO/Fauzan/YU (ANTARA FOTO/FAUZAN).)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus mendorong transformasi perpustakaan menjadi ruang yang menumbuhkan kreativitas, pola pikir kritis, dan kebijaksanaan masyarakat.

Transformasi Perpustakaan Berbasis Pengetahuan dan Teknologi

Kepala Dispusip DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono menegaskan komitmen tersebut dalam upaya membangun ekosistem pengetahuan yang adaptif dan inklusif.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong transformasi ini melalui penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, juga kolaborasi dengan berbagai pihak," ungkapnya.

Menurut Djoko, perpustakaan masa kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi pusat pengetahuan yang mengintegrasikan informasi, teknologi, dan manusia.

"Perpustakaan masa kini harus bertransformasi menjadi pusat pengetahuan yang mengintegrasikan antara informasi, teknologi, dan manusia," jelasnya.

Ia menambahkan perpustakaan berperan menghubungkan data dengan makna serta mengubah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peran Strategis Pustakawan dan Standarisasi Kompetensi

Djoko menyebut peran pustakawan kini semakin strategis sebagai kurator informasi sekaligus fasilitator pembelajaran di tengah derasnya arus informasi.

Ia menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia dalam menentukan kualitas perpustakaan di Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 219 ribu unit.

"SKKNI memastikan bahwa tenaga perpustakaan memiliki kemampuan yang relevan, terukur, dan adaptif terhadap perubahan zaman," ujarnya.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan profesionalisme pustakawan.

Sebagai informasi tambahan, Pemprov DKI Jakarta menilai penguatan perpustakaan menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat berpengetahuan sebagai dasar menuju Indonesia maju.

Penulis :
Ahmad Yusuf