HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan Simulator Gelombang Laut Berbasis AI untuk Efisiensi Riset Teknologi Maritim

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Kembangkan Simulator Gelombang Laut Berbasis AI untuk Efisiensi Riset Teknologi Maritim
Foto: (Sumber : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem kendali simulator gelombang laut berbasis kecerdasan buatan (AI). ANTARA/HO-BRIN.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem kendali simulator gelombang laut berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan efisiensi dan akurasi riset teknologi maritim, pada 7 April 2026 di Jakarta.

Inovasi Teknologi dan Cara Kerja Sistem

Pengembangan dilakukan oleh Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) dan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) sebagai solusi atas keterbatasan pengujian langsung di laut.

Ketua Kelompok Riset Teknologi Bangunan Kelautan dan Lepas Pantai PRTH BRIN Wibowo Harso Nugroho menjelaskan simulator ini mampu mereplikasi kondisi gelombang laut secara akurat di laboratorium.

"Pengujian di laut memiliki tantangan besar, baik dari sisi biaya maupun kompleksitas operasional. Dengan simulator ini, kami dapat mereplikasi kondisi gelombang secara akurat di laboratorium, sehingga riset dapat dilakukan lebih efisien dan terkontrol," ujarnya.

Dalam sistem tersebut, model gelombang diubah menjadi lintasan gerak melalui proses trajectory generation dan dikonversi menjadi pergerakan platform menggunakan metode inverse kinematics.

Sistem kendali Proportional-Integral-Derivative (PID) yang dioptimasi dengan Salp Swarm Algorithm (SSA) digunakan untuk memastikan akurasi gerakan dengan tingkat kesalahan minimum.

Keunggulan dan Potensi Pemanfaatan

Wibowo menyebut penggunaan algoritma berbasis AI memberikan keunggulan signifikan dalam optimasi sistem kendali dibanding metode lain.

"Pendekatan SSA memungkinkan kami memperoleh parameter kendali yang optimal dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan metode lain seperti Genetic Algorithm dan Particle Swarm Optimization," ungkapnya.

Hasil penelitian menunjukkan metode SSA menghasilkan performa terbaik dengan tingkat kesalahan lebih rendah dibandingkan metode pembanding lainnya.

Teknologi ini berpotensi diterapkan dalam desain kapal, teknologi lepas pantai, hingga sistem kompensasi gelombang pada platform laut.

Ke depan, BRIN akan mengembangkan metode kendali nonlinier untuk meningkatkan performa sistem dalam menghadapi dinamika gelombang yang lebih kompleks.

Penulis :
Ahmad Yusuf