HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Catat 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik Saat Lebaran 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenag Catat 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik Saat Lebaran 2026
Foto: (Sumber : Masjid Baitusy Syukur di Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Jawa Tengah, yang menjadi salah satu lokasi Masjid Ramah Pemudik pada lebaran 2026. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Kementerian Agama melaporkan sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Lonjakan Pemanfaatan dan Sebaran Layanan

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menyebut jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini jumlah pemudik yang memanfaatkan Masjid Ramah Pemudik mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Layanan ini tersebar di 6.859 masjid di seluruh Indonesia yang disiagakan sejak H-9 hingga H+7 Lebaran.

Mayoritas pengguna layanan merupakan pemudik sepeda motor sebesar 54 persen, disusul mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya satu persen.

Peran Masjid sebagai Ruang Publik

Abu menegaskan masjid kini berperan lebih luas sebagai ruang pelayanan publik yang terbuka bagi masyarakat.

“Masjid kini tidak hanya dipahami sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang terbuka bagi siapa saja,” katanya.

Ia menjelaskan lokasi masjid yang berada di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan pemudik.

“Masjid memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan pemudik, seperti tempat ibadah, air bersih, dan ruang istirahat. Ketika dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi oase di tengah perjalanan panjang,” ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menambahkan peningkatan jumlah pemudik juga dipengaruhi kesiapan fasilitas dan kualitas layanan masjid.

“Data yang kami himpun ini merupakan hitungan sementara dari masjid yang terdata dalam Program Masjid Ramah Pemudik. Secara faktual di lapangan, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar,” ungkapnya.

Program ini diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan