HOME  ⁄  Nasional

BPOM Resmi Perluas Akses Vaksin Campak untuk Dewasa demi Lindungi Tenaga Kesehatan dari Risiko Penularan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPOM Resmi Perluas Akses Vaksin Campak untuk Dewasa demi Lindungi Tenaga Kesehatan dari Risiko Penularan
Foto: (Sumber : Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar di Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Mecca Yumna.)

Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memperluas penggunaan vaksin campak untuk kelompok usia dewasa guna melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terpapar penyakit tersebut.

Perluasan Vaksin untuk Dewasa

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa kebijakan ini mulai berlaku sejak 7 April 2026 melalui persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma bagi orang dewasa berisiko.

"Terhitung per tanggal 7 April 2026, Badan POM secara resmi menetapkan persetujuan penggunaan vaksin campak Bio Farma untuk kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi campak," ungkap Taruna Ikrar.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen BPOM dalam memastikan keamanan, kualitas, dan khasiat obat di tengah perkembangan kasus campak di Indonesia.

Data BPOM mencatat pada minggu pertama 2026 terdapat 2.220 kasus campak yang kemudian menurun menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret atau turun 93 persen.

Pemerintah juga telah mengeluarkan Surat Edaran kewaspadaan campak serta memperkuat deteksi dini, pelaporan cepat, dan cakupan imunisasi untuk menekan penyebaran.

Dukungan Pemerintah dan Langkah Antisipasi

BPOM sebelumnya telah menyetujui vaksin MMR untuk dewasa dari GSK dan MSD, namun belum untuk Bio Farma sehingga perluasan indikasi ini dilakukan guna meningkatkan ketersediaan stok vaksin.

BPOM juga telah berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Nasional Penilai Obat untuk mendapatkan tinjauan teknis dan independen.

"Mudah-mudahan dengan ketersediaan vaksin yang telah mendapat persetujuan tadi, kejadian luar biasa ataupun endemiknya campak yang telah terjadi di negeri kita bisa segera diatasi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan vaksinasi akan segera diberikan kepada tenaga kesehatan setelah hasil studi efikasi diterima.

"Setelah dilakukan vaksinasi yang tinggi, kita evaluasi apakah ada potensi untuk menyebarkan ke daerah yang lainnya," kata Dante.

Ia menambahkan bahwa selain vaksinasi, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat juga terus digencarkan kepada tenaga medis dan masyarakat.

"Gimana cuci tangan yang benar, gimana selalu pakai masker waktu periksa. Itu akan kita masyarakatkan lagi baik kepada nakes maupun kepada masyarakat," ujarnya.

Kementerian Kesehatan juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi terkait kasus meninggalnya seorang dokter di Cianjur akibat suspek campak sebagai bagian dari respons penanganan.

Penulis :
Ahmad Yusuf