
Pantau - Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana melaporkan pemulihan sarana dan prasarana rumah ibadah di Aceh telah mencapai hampir 98 persen berdasarkan data yang diterima di Banda Aceh pada Rabu, 8 April 2026.
Pemulihan Hampir Tuntas di Seluruh Wilayah
Total rumah ibadah terdampak bencana di Aceh tercatat sebanyak 918 unit.
Sebanyak 906 rumah ibadah dilaporkan telah kembali beroperasi hingga 6 April 2026.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Safrizal ZA mengungkapkan, "Jadi secara data, persentasenya untuk perbaikan fasilitas ibadah sudah hampir 98 persen."
Selain empat daerah yang masih memiliki kendala, seluruh kabupaten dan kota lainnya di Aceh telah memiliki fasilitas ibadah yang kembali berfungsi.
Tantangan Perbaikan dan Penyaluran Bantuan
Sebanyak 12 rumah ibadah yang belum dapat difungsikan tersebar di Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.
Safrizal ZA menyatakan, "Ini tantangan bagi kita yang 12 lagi ini untuk bisa segera kita lakukan perbaikan-perbaikan. Kecuali rusak berat, mungkin tidak bisa segera."
Sejak masa tanggap darurat bencana, Satgas telah melakukan pembersihan rumah ibadah, pengecatan ulang, serta penyaluran bantuan pengeras suara.
Ia menambahkan, "Ketika masa tanggap darurat, kami bersama dengan Satgas membersihkan, cat ulang masjid maupun mushala, dan pengeras suara dikirimkan."
Dana bantuan rehabilitasi rumah ibadah telah disalurkan kepada 85 masjid atau mushala dengan total anggaran mencapai Rp750 juta.
Sebanyak 833 rumah ibadah lainnya masih dalam proses penyaluran bantuan rehabilitasi.
- Penulis :
- Arian Mesa








