HOME  ⁄  Nasional

DPR Nilai Kepatuhan Meta terhadap PP Tunas Bukti Keberhasilan Komdigi Atur Ruang Digital

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Nilai Kepatuhan Meta terhadap PP Tunas Bukti Keberhasilan Komdigi Atur Ruang Digital
Foto: (Sumber : Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/7/2025). (ANTARA/HO-DPR).)

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai kepatuhan Meta terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) sebagai langkah positif.

Bukti Regulasi Mulai Efektif

Amelia menyebut kepatuhan platform global tersebut menjadi indikator bahwa upaya Kementerian Komunikasi dan Digital mulai menunjukkan hasil nyata.

"Jadi, saya melihat ini sebagai langkah maju yang positif, sekaligus bukti bahwa upaya pemerintah, dalam hal ini Komdigi, mulai membuahkan hasil," ungkapnya.

Ia menilai ketika negara memiliki regulasi yang jelas dan konsisten, maka platform digital internasional akan menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.

Hal ini sekaligus menegaskan peran negara dalam mengatur ruang digital agar tetap aman dan bertanggung jawab.

Dorong Perlindungan Anak dan Pengawasan Merata

Amelia menegaskan bahwa kehadiran negara bukan untuk menghambat perkembangan teknologi, melainkan memastikan inovasi berjalan dengan tanggung jawab, terutama dalam melindungi anak.

"Anak-anak kita harus bisa tumbuh di ruang digital yang aman, sehat, dan sesuai dengan tahap usianya," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kepatuhan satu platform saja belum cukup dan pemerintah perlu mendorong platform lain agar mengikuti standar yang sama.

Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten dengan ukuran yang setara bagi seluruh penyelenggara sistem elektronik.

Menurutnya, PP Tunas merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap perlindungan anak di ruang digital.

"Kalau tiga unsur ini berjalan bersama, maka perlindungan anak di media sosial tidak berhenti sebagai regulasi di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi sistem perlindungan yang nyata," tuturnya.

Perlindungan anak di ruang digital dinilai membutuhkan kolaborasi antara platform, pemerintah, dan orang tua agar berjalan efektif.

Penulis :
Ahmad Yusuf