HOME  ⁄  Nasional

Papua Barat Tawarkan Proyek Pengembangan Bandara Rendani Senilai Rp7 Triliun kepada Investor Tiongkok

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Papua Barat Tawarkan Proyek Pengembangan Bandara Rendani Senilai Rp7 Triliun kepada Investor Tiongkok
Foto: (Sumber : Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor asal Tiongkok di Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Papua Barat.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat menawarkan proyek pengembangan Bandara Rendani di Manokwari kepada investor asal Tiongkok guna mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan penawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan investor Tiongkok di Jakarta pada Rabu (8/4/2026).

"Rabu (8/4/2026) kemarin kami sudah bertemu dengan investor asal Tiongkok di Jakarta, untuk tawarkan potensi investasi," ungkapnya.

Proyek Strategis Pengembangan Bandara

Dominggus menjelaskan pengembangan Bandara Rendani menjadi program prioritas daerah yang sempat tertunda selama beberapa tahun sehingga membutuhkan dukungan investasi luar negeri.

Proyek tersebut meliputi perpanjangan landasan pacu hingga 2.500 meter, pembangunan tiga garbarata, serta berbagai infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kapasitas layanan penerbangan.

"Pengembangan Bandara Rendani sangat penting untuk memperkuat konektivitas, mendukung arus investasi dan distribusi logistik di Papua Barat," ujarnya.

Investor Tiongkok menyampaikan minat awal untuk mendukung proyek tersebut dengan estimasi nilai sekitar Rp7 triliun yang melibatkan badan usaha milik negara dari negara tersebut.

Peluang Investasi dan Kerja Sama Lanjutan

Selain sektor kebandarudaraan, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga menawarkan peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, serta minyak dan gas bumi.

Dominggus menyebut adanya potensi blok migas yang belum beroperasi serta rencana pembangunan fasilitas cold storage untuk mendukung ekspor hasil perikanan ke China melalui Shanghai.

"Ada potensi blok migas yang belum beroperasi dan rencana dilelang. Kemudian, pembangunan fasilitas cold storage untuk mendukung ekspor hasil ikan ke China melalui Shanghai," kata dia.

Pemerintah juga menawarkan pengembangan industri etanol berbasis singkong serta kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan layanan kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan dalam forum ekonomi regional di Shanghai pada Mei 2026 serta meminta pemerintah daerah menyiapkan proposal proyek prioritas.

Penulis :
Ahmad Yusuf