HOME  ⁄  Nasional

Kolaborasi Daerah Penyangga IKN Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbarukan di Kalimantan Timur

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kolaborasi Daerah Penyangga IKN Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbarukan di Kalimantan Timur
Foto: Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama PSEL wilayah Balikpapan Raya dan Samarinda Raya (sumber: Humas Otorita IKN)

Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak daerah penyangga di Kalimantan Timur untuk mengelola sampah menjadi energi melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSEL) yang segera direalisasikan.

Wilayah IKN yang berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi fokus pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi ramah lingkungan.

"Kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama penyelenggaraan pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya, telah ditandatangani," ujar Bimo Adi Nursanthyasto.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Transformasi Sampah Menjadi Energi

PSEL disebut sebagai langkah konkret untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

"PSEL merupakan upaya transformasi pengelolaan sampah di kawasan IKN menuju sistem terpadu berbasis teknologi yang berkelanjutan," katanya.

Program ini dinilai menjadi transformasi besar dari persoalan lingkungan menjadi sumber energi yang bernilai bagi masyarakat di Kalimantan Timur.

Kolaborasi Regional Jadi Kunci

Pengembangan PSEL diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah regional, khususnya di kawasan IKN dan wilayah sekitarnya.

Sistem ini juga mendukung terwujudnya kota ramah lingkungan di wilayah delineasi IKN seperti Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat.

"Kawasan delineasi IKN akan merasakan langsung manfaat sistem pengelolaan sampah terintegrasi," katanya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Masalah sampah tidak bisa diselesaikan sendiri, kolaborasi lintas daerah satu satunya cara untuk menciptakan sistem yang benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.

Proyek PSEL wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya disebut akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah regional yang modern dan terintegrasi.

"Inisiatif tersebut tidak hanya menjawab tantangan timbulan sampah perkotaan, tetapi juga memperkuat langkah Indonesia dalam menghadirkan solusi energi bersih yang berkelanjutan," demikian Bimo Adi Nursanthyasto.

Penulis :
Shila Glorya