HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Ajak Kader Muslimat NU Rawat Tradisi Gotong Royong dan Perdamaian

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Khofifah Ajak Kader Muslimat NU Rawat Tradisi Gotong Royong dan Perdamaian
Foto: (Sumber: Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa usai menghadiri Harlah Muslimat NU ke-80 di Yogyakarta. Minggu (12/4/2026) ANTARA/Hery Sidik.)

Pantau - Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak kader perempuan untuk terus merawat tradisi kegotongroyongan dalam peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU di Yogyakarta.

Khofifah menekankan pentingnya menjaga tradisi kesantunan, kegotongroyongan, dan persaudaraan dalam kehidupan masyarakat.

"Harapan kita adalah tradisi kesantunan, tradisi kegotongroyongan, tradisi saling membangun persaudaraan itu terus kita rawat, dan tentu berarti kalau NU tradisi Ahlu Sunnah Wal jamaah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai Ahlu Sunnah Wal Jamaah mencakup moderasi, toleransi, dan keadilan yang harus terus diperkuat.

Tema Harlah Muslimat NU 2026, yakni merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan meneduhkan peradaban, disebut telah diusung secara nasional sejak 29 Maret 2026.

Khofifah menyebut Muslimat NU telah berkembang menjadi organisasi besar dengan sekitar 36 juta anggota.

Organisasi ini aktif dalam berbagai sektor seperti pendidikan PAUD dan TK, kesehatan, ekonomi, serta dakwah.

Menurutnya, kemandirian organisasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung peran perempuan di masyarakat.

Khofifah juga menyoroti pentingnya upaya meneduhkan peradaban melalui diskusi yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Diskusi tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan mulai dari keluarga hingga tingkat global.

Ia menekankan perlunya penanganan terhadap kekerasan terhadap perempuan, anak, dan masyarakat secara luas.

"Termasuk bagaimana kekerasan terhadap perempuan, terhadap anak, kekerasan terhadap masyarakat itu sesuatu yang harus kita bangun proses penetrasi bersama bagaimana seluruhnya menjadi teduh menjadi sejuk, menjadi damai, pola-pola itu yang kita ingin lakukan," katanya.

Ajakan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Muslimat NU dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih damai dan harmonis.

Penulis :
Gerry Eka