
Pantau - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengumumkan SMA Negeri 1 Klaten sebagai pemenang Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR RI tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.
Dalam babak final, SMAN 1 Klaten meraih poin tertinggi sebesar 125, mengungguli SMAN 1 Pati dengan 110 poin dan SMAN 1 Randublatung dengan 100 poin.
Kompetisi tingkat provinsi ini diikuti sembilan sekolah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Proses lomba berlangsung melalui tahap penyisihan hingga final dengan tiga sesi utama, yaitu wawasan Empat Pilar MPR RI, diskusi tematik, dan adu cepat individu.
Pada babak penyisihan, SMAN 1 Pati, SMAN 1 Randublatung, dan SMAN 1 Klaten masing-masing menjadi juara di grupnya sebelum melaju ke final.
Suasana final berlangsung tegang dengan persaingan ketat antar peserta.
Peserta dari SMAN 1 Klaten, Kevin Dzakiano Wibowo, mengaku bangga atas capaian timnya.
"Akhirnya setelah bertahun-tahun kami mendapatkan kesempatan ini. Maka dari itu kami sangat-sangat berusaha sekeras mungkin, dan mengorbankan waktu-waktu kami demi belajar untuk LCC Empat Pilar MPR RI ini," ujarnya.
Ia menegaskan timnya siap berjuang di tingkat nasional.
"Kita akan berjuang lebih keras, karena kami juga membawa SMAN 1 Klaten dan provinsi Jawa Tengah untuk tetap juara, karena pada tahun sebelumnya sudah mendapatkan juara satu, jadi kami sangat berusaha untuk bisa mempertahankan," katanya.
Guru pendamping Agus Eko Cahyono menyampaikan apresiasi atas perjuangan siswa serta pentingnya pengembangan potensi.
"Kami meyakini setiap anak itu punya potensi untuk tumbuh, kita melihat segala kelebihannya dan kelemahannya apa, dan kita poles kelebihannya agar makin bagus. Kemudian kita tutup kelemahannya supaya percaya bahwa kelemahannya Itu yang nantinya akan menjadi kelebihan mereka," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan lomba oleh MPR RI.
"Sangat apresiasi MPR RI, meninggalkan kenangan yang luar biasa yang tidak bisa dilupakan. Panitia yang ramah, juga bisa bertemu dengan bapak ibu guru dari sekolah lain, dan kita punya satu kesamaan yaitu menanamkan nilai-nilai nasionalisme ke anak-anak," katanya.
Sementara itu, Bambang Wuryanto berharap kegiatan ini dapat memperkuat nasionalisme generasi muda.
"Kalau sebuah bangsa lupa terhadap sejarah bangsanya, maka kita sudah tidak ada gunanya berbangsa. MPR RI memprakarsai kegiatan seperti ini agar kita selalu ingat berbangsa dan bernegara. Karena berbangsa dan bernegara itu adalah konsensus," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








