HOME  ⁄  Ekonomi

Pramono Anung Ajak Inovasi Pengganti Plastik di Tengah Kenaikan Harga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pramono Anung Ajak Inovasi Pengganti Plastik di Tengah Kenaikan Harga
Foto: (Sumber: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu (12/4/2026). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa).)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat menjadikan kenaikan harga plastik sebagai momentum untuk berinovasi mencari alternatif wadah yang lebih ramah lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Jakarta pada Minggu, 12 April 2026.

Ia menegaskan kebutuhan plastik harus dikurangi secara bertahap sehingga diperlukan solusi substitusi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama melakukan inovasi dalam menghadapi kondisi tersebut.

Ia juga menyebut penggunaan bahan tradisional seperti daun pisang dapat menjadi alternatif pengganti plastik.

Pramono menilai jika kenaikan harga terus terjadi, kondisi tersebut akan menjadi beban bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa penetapan harga plastik dan penanganannya merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, harga plastik di Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan signifikan pada April 2026, dengan rentang kenaikan antara 30 persen hingga 70 persen, bahkan mencapai 100 persen untuk beberapa jenis.

Kenaikan ini dipicu gangguan pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Sebagai contoh, harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus, sementara jenis lainnya meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu.

Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah pusat tengah memantau pergerakan harga komoditas global.

Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi agar dampak kenaikan harga tidak terlalu membebani industri dan masyarakat.

Kenaikan harga energi global disebut turut memengaruhi industri dalam negeri, termasuk sektor plastik yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong inovasi penggunaan bahan alternatif.

Penulis :
Gerry Eka