
Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyoroti pentingnya inovasi teknologi mutakhir untuk menghadapi potensi krisis air dan energi di masa depan dalam Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Ia mengungkapkan bahwa fenomena kekeringan kini melanda berbagai belahan dunia meskipun bumi terdiri atas sekitar 70 persen air.
Menurut Arif, kondisi tersebut menunjukkan bahwa krisis air yang dahulu sulit dibayangkan kini telah menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia.
Inovasi Panen Air dari Udara
Arif menilai inovasi teknologi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan krisis tersebut.
Ia mencontohkan temuan ilmuwan Omar Yaghi yang mampu menciptakan teknologi untuk memanen air langsung dari udara.
Ia menyatakan, "Omar Yaghi, salah seorang peraih Nobel pada tahun 2025, menemukan teknologi yang bisa memanen air dari udara. Jadi, inilah sebuah terobosan yang harus benar-benar kita cermati, kemudian kita pun dituntut untuk bisa memanen. Sekarang ini bukan dari tanah, bukan dari laut, sekarang kita saatnya harus memanen dari udara."
Teknologi MOF untuk Efisiensi Energi
Selain krisis air, Arif juga menyinggung potensi inovasi dalam memanen energi melalui teknologi Metal Organic Framework yang dikembangkan oleh Susumu Kitagawa.
Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penyimpanan gas untuk kebutuhan masyarakat.
Ia menyatakan, "Mestinya kalau inovasi ini sudah benar-benar berkembang dan sangat masif di masyarakat, persoalan krisis energi yang kita hadapi ini bisa benar-benar diantisipasi."
Arif menjelaskan bahwa efisiensi energi dari teknologi tersebut berpotensi memperpanjang penggunaan LPG rumah tangga.
Ia menyebutkan bahwa tabung LPG 12 kilogram yang biasanya habis dalam satu bulan dapat bertahan hingga dua hingga dua setengah bulan.
Untuk merealisasikan inovasi tersebut, BRIN telah menjalin kerja sama riset dengan Susumu Kitagawa dari Kyoto University.
Kerja sama itu diwujudkan melalui pembangunan laboratorium gabungan antara Kyoto University dan BRIN di Serpong.
Diharapkan kolaborasi ini dapat menghasilkan temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Arif menegaskan, “Jadi, banyak teknologi lama yang memang absolute, tidak bisa lagi dipertahankan dan harus diganti dengan hal-hal baru.”
- Penulis :
- Shila Glorya








