HOME  ⁄  Nasional

KSP Kawal Program 3 Juta Rumah hingga MBG, Fokus Urai Hambatan dan Perkuat Keamanan Pangan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KSP Kawal Program 3 Juta Rumah hingga MBG, Fokus Urai Hambatan dan Perkuat Keamanan Pangan
Foto: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memberikan keterengan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 15/4/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Pantau - Kantor Staf Presiden (KSP) mengawal seluruh tahapan implementasi program strategis nasional mulai dari perumahan hingga perlindungan standar keamanan pangan melalui monitoring rutin dan mediasi teknis lintas kementerian untuk memastikan program prioritas berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengawalan Program Perumahan dan Urai Hambatan

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa "KSP memastikan Program 3 Juta Rumah berjalan sebagai sistem terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah kongres yang dilakukan adalah rapat koordinasi dan mediasi teknis," ungkapnya.

Dalam pengawalan program perumahan, KSP memfokuskan langkah pada debottlenecking atau penguraian hambatan yang menghambat percepatan pembangunan.

Hambatan utama yang diatasi terkait penyediaan lahan untuk hunian tetap bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Mediasi dilakukan untuk mempercepat proses pelepasan lahan di Aceh Timur dan Kabupaten Agam yang sebelumnya terkendala persoalan administrasi.

KSP juga melakukan monitoring dan verifikasi lapangan secara berkala di berbagai daerah serta mengawal pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Dalam upaya pemerataan pembangunan, KSP menekankan reorientasi kebijakan perumahan agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

KSP mendorong peningkatan alokasi pembangunan di Papua dan Maluku yang realisasinya masih di bawah 2.000 unit per provinsi.

Penguatan Program MBG dan Standar Keamanan Pangan

KSP turut memberi perhatian khusus pada implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah kendala teknis di lapangan.

Menanggapi temuan kualitas pangan di Jakarta Timur, KSP mendorong penguatan protokol keamanan pangan melalui sistem pemantauan suhu ruang yang lebih ketat.

Muhammad Qodari menyampaikan bahwa "Memperkuat protokol keamanan pangan dan distribusi termasuk penerapan label waktu pengemasan pada setiap paket makanan agar konsumsi tidak melebihi batas aman empat jam," ujarnya.

KSP juga menginisiasi revitalisasi infrastruktur dapur umum untuk memenuhi standar sanitasi serta pengolahan limbah yang layak.

Audit kualitas bahan baku secara organoleptik diperketat sebelum proses pengolahan guna memastikan keamanan pangan.

Bahan pangan yang telah melalui proses tersebut kemudian diolah menjadi paket makanan siap saji bagi siswa sebagai penerima manfaat program.

Penulis :
Leon Weldrick