
Pantau - Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh pengurus Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di daerah, untuk fokus pada persiapan Muktamar Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Pengurus Diminta Tidak Terpengaruh Isu Medsos
Gus Ipul menegaskan agar para pengurus tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang belum tentu benar yang banyak beredar di media sosial.
Ia menyebut arus informasi di media sosial sangat besar, namun tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya sehingga perlu disikapi secara bijak.
"Saya berharap (para pengurus, red.) tidak terbawa oleh berita-berita yang belum tentu benar, karena kalau kita lihat medsos itu luar biasa sekali, dan itu belum tentu kebenarannya," ungkapnya.
Gus Ipul juga membantah sejumlah kabar tidak benar, termasuk isu adanya pihak yang menghambat jalannya muktamar serta tuduhan bahwa dirinya tidak memberikan tanda tangan terhadap pihak yang membutuhkan.
"Jadi, tidak ada yang menghambat, tidak ada yang katakanlah mengganggu. Semuanya berjalan dengan lancar. Kalau ada kabar sekjen tidak mau tanda tangan dan lain sebagainya, itu adalah kabar yang tidak benar," tegasnya.
Persiapan Muktamar Terus Dimatangkan
Ia menyampaikan bahwa persiapan muktamar terus dilakukan, termasuk pembentukan kepanitiaan inti yang telah ditetapkan oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Setelah pembentukan panitia inti, pengurus saat ini melakukan konsolidasi untuk melengkapi struktur kepanitiaan dan memastikan seluruh kebutuhan teknis terpenuhi.
Gus Ipul optimistis seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan lancar dengan dukungan dari pengurus wilayah dan cabang.
"(Persiapan menuju muktamar, red.) terus kita lakukan, dan Insya Allah semuanya bisa berjalan lancar, dan kita mohon dukungan dari pengurus wilayah maupun pengurus cabang untuk semuanya berfokus dan menyiapkan diri mengikuti muktamar tersebut," ujarnya.
Terkait peserta dan mekanisme organisasi, ia menjelaskan seluruh ketentuan telah diatur dalam AD/ART PBNU serta peraturan lainnya, termasuk prosedur pencalonan ketua umum.
Selain itu, tim khusus juga telah dibentuk untuk menuntaskan seluruh surat keputusan dan kebutuhan administratif menjelang pelaksanaan muktamar.
"Siapa saja yang berhak menjadi peserta muktamar juga sudah ada ketentuannya di dalam AD/ART maupun peraturan-peraturan yang lain, dan yang juga penting, tim juga sudah dibentuk untuk menuntaskan seluruh SK, seluruh keputusan-keputusan yang diperlukan dalam rangka menuju Muktamar tersebut," jelasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








