
Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital bersama sejumlah media melakukan kunjungan jurnalistik ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo untuk meninjau langsung implementasi program pendidikan berbasis teknologi.
Tinjauan Program Sekolah Rakyat
Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital Farida Dewi Maharani menyatakan kunjungan tersebut bertujuan memperlihatkan langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah kepada publik.
"Kunjungan jurnalistik ini bagian dari fungsi Kementerian Komdigi, terutama Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM), untuk memfasilitasi teman-teman media agar bisa melihat secara langsung program-program Pak Presiden, terutama adalah Sekolah Rakyat," ujarnya.
Ia menjelaskan SRT 7 Probolinggo menjadi salah satu sekolah percontohan yang telah mengadopsi teknologi dalam proses pembelajaran.
"SRT 7 Probolinggo ini merupakan salah satu (Sekolah Rakyat) percontohan yang sudah mengadopsi teknologi dalam proses pembelajaran mereka," katanya.
Pembelajaran Terintegrasi dan Pengawasan Teknologi
Farida menambahkan penggunaan gawai di sekolah tersebut telah dibatasi dengan pengawasan ketat dari guru dan wali asuh.
"Mereka (anak-anak) dikasih akses untuk gadget pun juga sangat terbatas dan komitmen mereka (guru, wali asuh) untuk mendampingi anak-anak juga cukup baik ya," ujarnya.
SRT 7 Probolinggo merupakan sekolah berasrama jenjang SMP dan SMA yang mulai beroperasi sejak Juli 2025 dengan jumlah 91 siswa.
Sekolah ini mengusung konsep pendidikan terintegrasi yang tidak hanya menekankan aspek akademik tetapi juga pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Program Sekolah Rakyat merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








