
Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan memetakan sejumlah saluran penghubung (Phb) yang berpotensi dihuni ikan sapu-sapu guna mengendalikan populasinya, Jumat (17/4).
Pemetaan Titik Rawan
Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi beberapa lokasi dengan potensi tinggi penyebaran ikan sapu-sapu.
"Kita, sih, kemarin sudah mengidentifikasi setidaknya ada empat hingga lima titik, ya, yang berpotensi ikan sapu-sapu," katanya.
Ia menyebutkan titik-titik tersebut berada di kawasan Bintaro Permai, Cilandak, Setiabudi, dan Tebet yang akan menjadi fokus operasi penangkapan.
"Yang disampaikan oleh Pak Wali Kota juga bahwa pastinya harus memperhatikan keselamatan, juga bagi petugas-petugas kita, dan juga pastinya harus kita ketahui secara pasti di mana lokasi-lokasi yang memang populasinya memang sangat banyak," ujarnya.
Operasi Penangkapan dan Pengendalian
Dalam operasi di Setu Babakan, sebanyak 50 petugas gabungan dikerahkan untuk menangkap ikan sapu-sapu sebagai bagian dari pengendalian ekosistem.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta untuk menjaga keseimbangan lingkungan perairan.
Pemkot Jakarta Selatan menargetkan penangkapan hingga lima ton ikan sapu-sapu di kawasan tersebut.
Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu dimusnahkan dengan cara dibelah dan dikubur serta diawasi agar tidak masuk ke rantai konsumsi masyarakat.
Selain itu, KPKP juga menelusuri kemungkinan peredaran olahan ikan sapu-sapu melalui pengawasan pangan terpadu demi menjamin keamanan konsumen.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








