
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana membentuk petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) khusus untuk menangani maraknya ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu ekosistem perairan ibu kota.
Penanganan Khusus dan Berkelanjutan
Pramono menyatakan penanganan ikan sapu-sapu tidak bisa dilakukan secara seremonial, melainkan harus berkelanjutan dengan melibatkan personel khusus di lapangan.
“Kami akan konsentrasi, dan untuk itu, nanti akan ada penugasan secara khusus PJLP yang menangani ikan sapu-sapu ini,” ujarnya.
Ia menilai populasi ikan sapu-sapu yang semakin masif perlu ditangani serius karena bersifat invasif dan merusak lingkungan.
Ancaman Lingkungan dan Kesehatan
Menurut Pramono, ikan sapu-sapu tidak hanya memangsa telur ikan lain, tetapi juga merusak tanggul sungai dengan membuat lubang sebagai sarang.
“Kalau dikonsumsi, tentu berbahaya. Selain itu, ikan ini juga merusak lingkungan karena membuat sarang dengan cara menggerogoti dinding sungai,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan berdasarkan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kandungan residu dalam ikan sapu-sapu berada di atas ambang batas aman sehingga berisiko bagi kesehatan.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi sebagai langkah pengendalian populasi.
Pramono juga turun langsung memantau kegiatan tersebut bersama petugas dari Dinas Sumber Daya Air dan PPSU di sejumlah lokasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








