
Pantau - Sejumlah peristiwa humaniora terjadi di Indonesia pada Rabu (22/4), mulai dari pengkajian penambahan kuota PBI JKN hingga kesiapan layanan haji 2026.
Pengkajian Kuota dan Program Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji penambahan kuota peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) hingga 120 juta jiwa.
"Itu adalah salah satu skema yang kami siapkan juga. Mulai ada pembahasan tapi belum secara komprehensif ya," ujarnya di Jakarta.
Selain itu, Kementerian Sosial mewajibkan pegawainya menggunakan kendaraan umum, kendaraan listrik, atau bersepeda setiap Kamis sebagai bagian dari efisiensi anggaran.
Di sektor kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi untuk menekan angka kematian ibu.
“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ungkapnya.
Target Gizi dan Layanan Haji
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menargetkan 82,9 juta anak menerima program Makan Bergizi Gratis pada 2026.
"Hari ini sudah ada 62 juta penerima manfaat yang telah menikmati MBG dan kita targetkan 82,9 juta anak Indonesia menikmati MBG di tahun ini," kata Kepala BGN Dadan Hindayana.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan embarkasi haji telah berjalan sesuai standar melalui sistem One Stop Service.
“Layanan pertama bagi jamaah harus betul-betul terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah melaksanakan SOP yang kami tetapkan, yaitu OSS,” ujar Abdul Haris.
Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan sosial, kesehatan, dan keagamaan bagi masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








