
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong pengembangan ekosistem teknologi sel punca atau stem cell di dalam negeri saat mengunjungi Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.
Dorongan Kemandirian Teknologi Dalam Negeri
Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dibanding negara lain dalam pengembangan teknologi sel punca.
"Ternyata kita tidak kalah dengan negara manapun. Di sini ada research center untuk stem cell dan kanker," ungkapnya.
Ia menilai penelitian teknologi ini berpotensi besar jika dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
"Banyak orang Indonesia yang pergi ke luar negeri, tetapi ternyata di sini sudah punya laboratoriumnya, punya segala fasilitas," kata Zulkifli Hasan.
Integrasi Riset hingga Hilirisasi Produk
Pendiri SCCR Indonesia Putra Agung menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem teknologi sel punca berbasis riset.
"Kami membangun integrasi antara pendidikan, riset, dan pengembangan stem cell berstandar internasional, hingga hilirisasi produk pangan berbasis sains," ujarnya.
Ia menambahkan penguasaan riset dan inovasi menjadi bukti kemampuan Indonesia untuk mandiri dalam menghasilkan produk teknologi tinggi.
Selain itu, biaya layanan sel punca di dalam negeri dinilai lebih terjangkau karena seluruh proses dikerjakan oleh tenaga ahli lokal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








