
Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SMA Taruna Kasuari Nusantara setelah terjadi kasus kekerasan oleh siswa kelas XI terhadap siswa kelas X pada Rabu malam, 22 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menyatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di lingkungan sekolah berasrama tersebut.
Ia menegaskan, "Kami tidak mengizinkan ada siswa yang melakukan tindakan kekerasan kepada siswa lain. Kejadian ini tidak boleh terulang kembali, sehingga dilakukan evaluasi total," ungkapnya.
Kronologi Kekerasan dan Kondisi Korban
Peristiwa kekerasan tersebut melibatkan sejumlah siswa kelas XI dengan jumlah keseluruhan angkatan diperkirakan mencapai 140 orang, melebihi batas maksimal penerimaan sebanyak 100 siswa per angkatan.
Sebanyak delapan siswa kelas X menjadi korban dalam insiden tersebut dan mengalami luka-luka.
Para korban kemudian dilarikan ke RSAL Manokwari untuk mendapatkan perawatan medis.
Barnabas mengungkapkan, "Termasuk pola pengamanan siswa selama berada di asrama juga kami evaluasi. Ada delapan siswa kelas X yang jadi korban," ungkapnya.
Ia juga menduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
"Sepertinya itu kekerasan yang sudah direncanakan, sebab lampu kamar dimatikan terlebih dahulu. Kalau terbukti salah, ada sanksi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Langkah Evaluasi dan Penanganan Kasus
Evaluasi yang dilakukan mencakup sistem pembinaan siswa, pengawasan internal, pengamanan, hingga mekanisme penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2025/2026.
Pemerintah daerah bersama pihak sekolah juga akan mengidentifikasi siswa yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut.
Selain itu, orang tua korban diberikan kesempatan untuk menempuh jalur hukum sebagai bagian dari penanganan kasus.
Proses penanganan kasus ini dijamin dilakukan secara transparan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan menengah yang profesional.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa kelebihan jumlah siswa dalam satu angkatan menjadi salah satu aspek yang turut dievaluasi dalam pengelolaan sekolah tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa








