HOME  ⁄  Nasional

FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Ribuan Korban dan Kerugian Capai Ratusan Miliar Rupiah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Ribuan Korban dan Kerugian Capai Ratusan Miliar Rupiah
Foto: Pengumuman hasil operasi siber bersama antara FBI Amerika Serikat dan Polri terkait jaringan "phishing" global, dalam konferensi pers di Direktorat Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Rabu 22/4/2026 (sumber: Kedubes AS di Jakarta)

Pantau - Federal Bureau of Investigation (FBI) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar jaringan phishing global melalui operasi siber bersama yang menargetkan pengembang platform kejahatan bernama W3LL.

Penyelidikan ini dilakukan oleh FBI cabang Atlanta dan Polri selama beberapa tahun dan menjadi kolaborasi siber pertama antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam mengungkap kejahatan lintas negara.

Kronologi dan Peran Penegak Hukum

Perwakilan FBI Robert Lafferty menjelaskan pembagian tugas dalam operasi tersebut dengan menyatakan, "Sementara FBI memantau jejak digital dan melacak aliran dana di Amerika Serikat, Polri melakukan operasi lapangan yang krusial untuk melacak dalang operasi tersebut dan mengumpulkan bukti digital yang penting."

Dalam operasi ini, Polri berhasil mengamankan tersangka pengembang berinisial G.L. serta menyita berbagai aset dan perangkat keras yang berisi bukti digital penting terkait aktivitas jaringan tersebut.

Kepala Agen Khusus FBI Atlanta Marlo Graham menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut dengan mengatakan, "Amerika Serikat sangat berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keahlian dan komitmennya dalam upaya bersama ini."

Ia juga menegaskan skala kejahatan yang diungkap dengan menyebut, "Ini bukan sekadar phishing ini adalah platform kejahatan siber yang lengkap. Dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum dalam dan luar negeri, menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi masyarakat."

Skala Operasi dan Dampak Global

Jaringan ini diketahui didukung oleh marketplace daring bernama W3LLSTORE yang menyediakan berbagai layanan ilegal, termasuk penjualan akses ke sistem yang telah diretas.

Selama periode 2019 hingga 2023, jaringan tersebut tercatat menjual lebih dari 25.000 akun hasil peretasan dan menyediakan akses ilegal ke berbagai sistem.

Pada periode 2023 hingga 2024, aktivitas jaringan meningkat dengan menargetkan lebih dari 17.000 korban di berbagai benua.

Secara keseluruhan, kejahatan ini menyebabkan pencurian ribuan kredensial akun serta percobaan penipuan dengan nilai lebih dari 20 juta dolar AS atau sekitar Rp350 miliar.

Data terkait ribuan korban di seluruh dunia kini telah diamankan sebagai bagian dari barang bukti dalam penyelidikan lanjutan.

Penulis :
Shila Glorya